Filesatu.co.id, SIDOARJO | PEMERINTAH Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggelar kegiatan Kurasi Produk Batch I di Pendopo Kecamatan Sukodono, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kualitas produk pelaku usaha mikro, khususnya sektor makanan dan minuman, agar mampu bersaing dan menembus pasar ritel modern.
Kurasi produk dilakukan oleh tim ahli dengan menilai sejumlah aspek, mulai dari rasa, kualitas bahan, hingga potensi pengembangan produk. Dalam proses tersebut, pelaku UMKM tidak hanya menerima penilaian, tetapi juga mendapatkan masukan teknis secara langsung dari para konsultan.
Kepala Bidang Pengembangan Usaha Mikro menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan bagi UMKM di daerah. “Produk yang dihasilkan pelaku usaha perlu memenuhi standar tertentu, baik dari sisi kualitas maupun konsistensi, agar mampu masuk ke pasar yang lebih luas,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.
Dalam wawancara terpisah, Anggota DPRD Sidoarjo komisi C, Vike Widya Asroni, S.M.
menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari pokok pikiran (pokir) yang ia dorong melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro. Menurutnya, kurasi produk menjadi langkah konkret untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha.
“Kurasi ini salah satu pokir saya di Dinas Koperasi ini untuk memberikan peningkatan mutu dan kualitas pada para UMKM, khususnya di Kecamatan Sukodono, agar bisa naik kelas dan dapat diterima masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Sukodono, Ineke Dwi Setiawati, S.STP., M.PA., menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan kurasi tersebut. Ia menilai program ini penting untuk mendorong pelaku UMKM di wilayahnya agar lebih siap bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kegiatan ini menjadi peluang bagi pelaku UMKM di Sukodono untuk meningkatkan kualitas produknya, baik dari sisi rasa, kemasan, maupun standar yang dibutuhkan pasar modern,” ujarnya.
Selain itu, hadir pula narasumber dari kalangan praktisi dan konsultan pangan. Perwakilan dari Mirota Surabaya, Haina, memberikan pemaparan terkait standar produk yang dapat diterima di jaringan ritel. Ia menekankan pentingnya kualitas rasa yang konsisten, kemasan yang menarik, serta kelengkapan legalitas produk sebagai syarat utama.
“Produk yang akan masuk ke ritel harus memiliki standar yang jelas, baik dari segi rasa, tampilan, hingga izin edar. Ini menjadi kunci agar bisa bersaing di pasar modern,” kata Haina.
“Jika ditemukan kekurangan, tim akan memberikan rekomendasi perbaikan, baik dari sisi formulasi maupun teknik produksi. Tujuannya agar produk bisa lebih diterima konsumen,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi tahap awal sebelum produk-produk tersebut diarahkan untuk menjalin kerja sama distribusi dengan pihak ritel. Setelah sesi sambutan, agenda dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai persyaratan produk agar dapat disuplai ke jaringan Mirota.
Pemerintah daerah berharap, melalui kurasi ini, pelaku UMKM di Sidoarjo mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas akses pasar, sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.***










