Filesatu.co.id, BATURAJA TIMUR | BANJIR kembali menghantui warga Taman Sari RT 03 RW 03, Kelurahan Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Sedikitnya 12 kepala keluarga (KK) dari delapan rumah kembali terdampak setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam hingga Sabtu 27 Maret 2026.
Genangan air yang terus berulang ini memperlihatkan persoalan lama yang belum terselesaikan. Dari pantauan di lapangan, banjir diduga kuat dipicu buruknya sistem drainase. Saluran air di bawah jalan nasional lintas tengah Sumatera, tepatnya di sekitar bengkel mobil Enggano, dinilai terlalu sempit sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.
Akibatnya, air meluap dan menggenangi permukiman warga. Tak hanya rumah, banjir juga merendam Kantor KUA Baturaja Timur serta salah satu Perguruan Tinggi Swasta di sekitar lokasi, sehingga mengganggu aktivitas pelayanan publik dan proses belajar mengajar.
Mantan Ketua RT 03 RW 03 Taman Sari, Arionandi, menegaskan bahwa kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi konkret.
“Peninjauan sudah sering dilakukan, tapi belum ada tindakan nyata. Warga butuh solusi permanen, bukan sekadar datang melihat lalu selesai,” ujarnya, Sabtu 28 Maret 2026.
Selama ini, penanganan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten OKU melalui BPBD dinilai masih bersifat sementara, yakni sebatas penyedotan air saat banjir terjadi. Upaya tersebut dianggap belum menyentuh akar persoalan, yaitu kapasitas drainase yang tidak memadai di bawah jalan lintas nasional.
Keluhan juga datang dari warga terdampak. Mereka mengaku terus dihantui kekhawatiran setiap kali hujan turun.
“Setiap hujan deras kami pasti waswas. Kalau tidak segera diperbaiki, banjir ini akan terus jadi langganan,” keluh Adi, salah satu warga.
Sorotan turut datang dari LSM Harimau melalui Sekretarisnya, Rustam Efendi, S.I.Kom, yang menilai banjir berulang di lokasi yang sama tidak bisa lagi dianggap sebagai kejadian biasa.
“Kalau ini terus terjadi tanpa perbaikan nyata, wajar publik mempertanyakan keseriusan pemerintah. Ini bukan sekadar genangan, tapi masalah yang tidak dituntaskan,” tegasnya singkat.
Kondisi ini menjadi sinyal kuat perlunya langkah konkret dan menyeluruh dari instansi terkait. Tanpa perbaikan drainase yang serius dan terukur, banjir akan terus menjadi siklus tahunan dan warga Sukaraya akan tetap menjadi pihak yang paling dirugikan. ***





