Dua WNA Brasil Jadi Buronan Kasus Pembunuhan Warga Belanda di Badung, Polisi Intensifkan Perburuan Internasional

Penulis: Fajar S

Filesatu.co.id, Badung – Bali |  Kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang warga negara Belanda berinisial RP (49) di wilayah Kuta Utara, Bali, mulai menemui titik terang. Kepolisian Daerah Bali bersama Polres Badung berhasil mengidentifikasi dua pelaku utama di balik aksi keji tersebut, yang diketahui merupakan warga negara asing asal Brasil.

Bacaan Lainnya

Meski identitas pelaku telah terungkap, aparat kini menghadapi tantangan lanjutan. Kedua tersangka berinisial DBLSA (35) dan KH (28) dilaporkan telah meninggalkan Indonesia dan melarikan diri ke luar negeri tak lama setelah kejadian berlangsung.

Perkembangan ini disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol I Gede Adhi Mulyawarman, didampingi Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba pada Sabtu (28/3). Ia menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan menyeluruh yang memanfaatkan bukti forensik, rekaman CCTV, keterangan saksi, serta dukungan teknologi analisis modern.

Insiden berdarah tersebut terjadi pada Senin malam (23/3/2026) sekitar pukul 22.00 WITA di depan Villa Amira, Kerobokan, Kuta Utara.

“Saat itu, korban bersama pasangannya sedang berjalan santai usai keluar dari vila. Namun, dua pria yang datang menggunakan sepeda motor tiba-tiba menghampiri dan langsung melancarkan serangan tanpa peringatan,”terangnya.

Kejadian itu kata Kombes Pol I Gede Adhi Mulyawarman, korban mengalami luka tusuk serius di sejumlah bagian vital seperti leher dan wajah. Menurutnya, serangan yang berlangsung cepat dan brutal membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri hingga akhirnya meninggal dunia di tempat akibat kehabisan darah.

“Sementara itu, sang kekasih selamat namun mengalami trauma berat akibat kejadian tersebut,” tambahnya.

Sementara, hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sejumlah barang bukti penting, termasuk mata pisau, bagian pegangan senjata, senter, sandal milik korban dan saksi, serta barang pribadi korban seperti ponsel dan kacamata yang berlumuran darah.

Selain itu, dua unit sepeda motor yang diduga digunakan pelaku juga berhasil diamankan dan kini tengah diperiksa secara forensik untuk mencari jejak tambahan yang dapat memperkuat pembuktian.

Penyelidikan semakin mengarah jelas setelah tim mengumpulkan dan menganalisis rekaman CCTV dari berbagai lokasi di sekitar TKP. Dari rekaman tersebut, pergerakan pelaku sebelum dan sesudah kejadian berhasil ditelusuri hingga identitas mereka dapat dikenali secara rinci.

Meski para tersangka telah melarikan diri ke luar negeri, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses pengejaran akan terus dilakukan. Koordinasi dengan pihak imigrasi serta aparat penegak hukum internasional tengah diintensifkan guna menangkap pelaku dan membawanya kembali ke Indonesia untuk menjalani proses hukum.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan warga negara asing sebagai pelaku maupun korban, serta tingkat kekerasan yang tinggi. Kepolisian berkomitmen menuntaskan kasus ini demi menegakkan hukum sekaligus menjaga keamanan dan citra Bali sebagai destinasi wisata internasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *