Bunda Indah: Kejurda Selam Jatim 2026 Jadi Ruang Strategis Pembinaan Atlet Sejak Usia Dini

Filesatu.co.id, Lumajang | Bupati Lumajang Indah Amperawati menyatakan Kejuaraan Daerah atau Kejurda Olahraga Selam seluruh Jawa Timur 2026 di Lumajang tidak hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan ruang strategis untuk membangun pembinaan atlet secara berkelanjutan.

“Kejurda bukan sekadar tempat bertanding atau mencari juara, tetapi menjadi ruang pembinaan atlet agar mampu berkembang secara berjenjang hingga tingkat nasional dan internasional,” ujar Indah saat membuka Kejurda Selam Jatim di Kolam Renang Veteran Lumajang, Sabtu (9/5/ 2026).

Bacaan Lainnya

Kejuaraan tahun ini diikuti 654 atlet dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Menurut Indah, kompetisi olahraga berperan penting dalam membentuk proses pembinaan atlet secara bertahap, mulai dari pencarian bakat, peningkatan kemampuan teknis, hingga pembentukan mental kompetitif.

“Kompetisi seperti Kejurda menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan yang sehat. Ajang ini memberi ruang bagi atlet muda untuk mengukur kemampuan, membangun disiplin, dan memperkuat pengalaman bertanding sejak dini,” katanya.

Indah menilai potensi atlet muda Jatim di cabang finswimming cukup besar dan perlu didukung melalui kompetisi konsisten serta pembinaan berkelanjutan. Ia berharap dari kejuaraan ini lahir atlet berbakat yang mampu membawa nama daerah dan bangsa ke tingkat lebih tinggi.

“Pengembangan olahraga tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, organisasi olahraga, pelatih, sekolah, dan masyarakat,” tegasnya.

Pemkab Lumajang, lanjut Indah, terus mendorong penguatan fasilitas olahraga serta mendukung ruang pembinaan bagi generasi muda berprestasi.

Ketua Umum POSSI Jawa Timur Mirza Muttaqien menambahkan, olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga sarana membangun karakter, sportivitas, dan semangat kerja keras. Tingginya partisipasi atlet di Kejurda kali ini menunjukkan besarnya potensi olahraga selam di Jatim.

“Dari kejuaraan seperti ini kita bisa melihat potensi atlet-atlet muda dari berbagai daerah. Pembinaan harus dilakukan terus-menerus agar mereka memiliki kesempatan berkembang hingga tingkat nasional,” ujar Mirza.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *