FIlESATU.co.id, Banyuwangi | Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (CKPP) Kabupaten Banyuwangi tengah gencar melakukan rehabilitasi jalan berlubang dengan metode tambal sulam. Langkah ini diambil sebagai solusi sementara sambil menunggu proses lelang dan perencanaan peningkatan jalan selesai.
Perbaikan sementara ini dilakukan agar mobilitas masyarakat dan roda perekonomian tetap berjalan tanpa gangguan akibat jalan rusak.
Kepala DPU CKPP Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini fokus pada kegiatan tambal sulam di sejumlah ruas jalan pada beberapa kecamatan. Metode ini dipilih sebagai solusi cepat untuk menangani kerusakan jalan kategori ringan hingga sedang.
“Dengan program rehabilitasi ringan ini, aktivitas masyarakat tidak terganggu,” kata Cahyanto, Sabtu (9/5/2026).
“Proses tambal sulam terus berjalan. Untuk kerusakan yang tidak terlalu parah, penggunaan aspal dingin sudah cukup efektif,” imbuhnya.
Menurut Cahyanto, jalan-jalan tersebut mengalami kerusakan namun belum masuk dalam skala prioritas program peningkatan besar. Agar pelayanan publik dan aktivitas ekonomi tetap lancar, rehabilitasi ringan menjadi opsi terbaik untuk saat ini.
Cahyanto menegaskan, program rehabilitasi jalan di sejumlah titik menjadi prioritas. Langkah ini memastikan jalan rusak tetap dapat dilalui dengan aman sambil menunggu proyek peningkatan jalan secara menyeluruh direalisasikan.
“Sambil menunggu proses lelang yang masih berlangsung, kami melaksanakan perbaikan jalan di berbagai ruas dengan metode tambal sulam,” ujarnya.
Lebih lanjut, Cahyanto mengatakan pihaknya menargetkan pengaspalan baru dan rehabilitasi jalan secara bertahap di seluruh wilayah Banyuwangi.
“Strategi ini menjadi jembatan antara penanganan cepat di lapangan dengan pembangunan jangka panjang. Komitmen kami adalah meningkatkan kualitas layanan infrastruktur agar kebutuhan masyarakat terpenuhi,” tutupnya.










