Yayasan Kakak Ungkap Pacar Bisa Jadi Pelaku Kekerasan Seksual 

Direktur Yayasan Kakak, Soim Sahriati saat memberikan keterangan pers, Sabtu (8/1/2022)

FILESATU.CO.ID, KOTA SOLO |Yayasan Kepedulian untuk Anak (Yayasan Kakak) menyebut mayoritas pelaku kekerasan dan eksploitasi seksual adalah orang dekat korban. Hal tersebut disampaikan Soim Sahriati selaku Direktur Yayasan Kakak pada jumpa pers yang dilakukan di Hotel Red Chilies Kota Solo, Sabtu (8/1/2022).

Bacaan Lainnya

Pada tahun 2021 Yayasan Kakak telah mendampingi sebanyak 35 kasus yang semuanya adalah perempuan dengan dua kategori yaitu kekerasan seksual dan eksploitasi seksual komersial atau yang biasa disebut dengan prostitusi anak.

“13 anak telah didampingi dalam rangka proses hukum, namun untuk memutuskan apakah kasus-kasus tersebut akan diteruskan atau tidak, itu adalah keputusan korban dan keluarga,” ucap Soim Sahriati.

Dalam penyampaiannya Yayasan Kakak juga menemukan bahwa korban kekerasan seksual didominasi oleh anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Jika dilihat dari kecenderungannya, korban telah mengalami masalah pada usia SMP, sedangkan untuk pelaku 62 persen merupakan pacar sendiri,” tambah Soim Sahriati.

Bahkan dalam beberapa kasus yang ditemui oleh Yayasan Kakak, awal mula terjadinya prostitusi anak disebabkan karena anak keluar dari rumah. Kemudian korban hidup serumah dengan teman dekatnya dan melakukan hubungan seksual berulang kali. Dan sang pacar inilah yang kemudian menjadi mucikari atau germo.



Tinggalkan Balasan