Walikota Blitar Santoso, Akhirnya Minta Ma’af Terkait Bernyanyi Tanpa Masker Yang Sempat Viral di Media Masa

  • Whatsapp

FILESATU.CO.ID, BLITAR – Masyarakat masih ingat betul kejadian yang tidak patut di contoh, terkait video Walikota Blitar Drs. Santoso M.Pd., yang viral di berbagai media masa sepekan terakhir ini, saat bernyanyi tanpa masker di acara tasyakuran atas kemenanganya dalam Pilkada Serentak 2020, di gedung Kusuma Wicitra Jl. S. Supriadi No. 168 Bendogerit, Kec. Sananwetan Blitar.

Terkait hal tersebut, Santoso melakukan klarifikasi dan minta ma’af kepada masyarakat lewat awak media di Kantor Walikota Blitar, Jl. Merdeka No.105 Kepanjenkidul Kota Blitar. Jum’at (12/03/2021).

Bacaan Lainnya

Baca Lainnya :

Air Meluap, Warga Bergotong Royong Mengangkat Sedimen di Dusun Sumberdadi

Duka Keluarga Suyanto Anaknya Sebagai PMI di Malaysia Meninggal

Dalam kesempatan tersebut Santoso menceritakan bagaimana kejadian tersebut hingga bisa viral sebagaimana masyarakat ketahui dari berbagai media.

“Pertama, saya ucapkan terima kasih kepada semua tim relawan pemenangan, atas jasa mereka, saya merasa perlu menghadiri undangan tersebut, sesungguhnya acara tersebut dilaksanakan dengan protokol kesehatan sejak awal hingga akhir, saat saya diminta ikut bernyanyi itulah saya lepas, setelah itu masker kita pakai lagi,” Ungkapnya.

Lebih lanjut, Santoso menyadari kelaleian tersebut merupakan teguran agar kedepan lebih berhati-hati dalam meminpin Kota Putra Sang Fajar.

“Itu bagian dari kekhilafan saya, terlena pada disuasana saat itu, tentunya itu suatu pelanggaran walaupun setelah itu saya pakai masker lagi, secara prinsip saya mohon ma’af atas kekhilafatan saya, dan itu merupakan teguran baik dari masyarakat kepada saya untuk memimpin Kota Blitar yang lebih baik lagi,” Imbuhnya.

Santoso dalam hal ini juga membeberkan kegiatan penanggulangan penyebaran Covid-19 di Kota Blitar yang terus menunjukan ke arah yang lebih baik.

Kasus tersebut saat ini telah di tangani Kepolisian, menyikapi hal tersebut Santoso menyerahkan bagaimana Institusi tersebut menyikapinya.

“Kita tidak bisa intervensi terhadap institusi Kepolisian, yang lebih penting saya sudah melakukan permintaan ma’af, biarlah semua berjalan sesuai SOP-nya, karena masing-masing institusi tentunya memiliki Protap dalam menyelesaikan persoalan,” Pungkasnya. (Sams).



Tinggalkan Balasan