Kapolres Jember Tutup Lomba Jurus Wajib IPSI : Tidak Ada Perguruan Yang Mengajarkan Untuk Berbuat Melanggar Hukum

 

Filesatu.co.id,Jember | Final Lomba Jurus Wajib IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-78 resmi ditutup oleh Kapolres Jember, AKBP Bayu Pratama Gubunagi. Minggu malam (23/0/2024)

Bacaan Lainnya

Acara ini diikuti oleh perwakilan seluruh perguruan pencak silat yang tergabung dalam Forum Kerukunan Pesilat Jember (FKPJ) dari tiap kecamatan di Kabupaten Jember. Dalam setiap regu, terdapat tiga orang yang berasal dari perguruan silat yang berbeda, menunjukkan keragaman dan persatuan dalam kompetisi ini.

Dalam sambutannya, Kapolres Jember menyampaikan harapan besar agar lomba ini dapat memberi dampak positif dalam menjaga silaturahmi antar perguruan silat di Kabupaten Jember. “Saya berharap melalui lomba ini, silaturahmi antar perguruan silat di Jember dapat semakin erat. Ini adalah ajang untuk saling mengenal dan memperkuat hubungan, bukan hanya sekedar kompetisi,” ujar AKBP Bayu Pratama Gubunagi.

Kapolres juga menekankan pentingnya komitmen dari seluruh Ketua Perguruan Silat untuk menyelesaikan setiap masalah yang timbul dalam tempo 1×24 jam, terutama terkait gesekan antar oknum pesilat. “Saya mengajak seluruh Ketua Perguruan Silat untuk berkomitmen menyelesaikan masalah dalam waktu 1×24 jam. Jangan sampai gesekan kecil berkembang menjadi konflik besar. Kita harus mampu menyelesaikan masalah dengan cepat dan bijak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa Polres Jember akan bertindak tegas terhadap insiden gesekan antar oknum perguruan silat. “Hakekatnya, tidak ada perguruan yang mengajarkan untuk berbuat melanggar hukum. Kami akan menindak tegas setiap insiden yang melibatkan oknum pesilat. Kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai luhur pencak silat tetap terjaga dan dihormati oleh semua pihak,” tambah AKBP Bayu Pratama Gubunagi.

Dalam final lomba tersebut, para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam jurus wajib IPSI. Hasil lomba babak final adalah sebagai berikut:

Juara 1 dimenangkan oleh FKPJ Sumbersari dengan nilai 9,875.
Juara 2 dimenangkan oleh FKPJ Wuluhan dengan nilai 9,835.
Juara 3 dimenangkan oleh FKPJ Tanggul 1 dengan nilai 9,805.
Juara Harapan 1 dimenangkan oleh FKPJ Ledokombo dengan nilai 9,780.
Juara Harapan 2 dimenangkan oleh FKPJ Patrang dengan nilai 9,760.
Juara Harapan 3 dimenangkan oleh FKPJ Balung 1 dengan nilai 9,750.
Kompetisi ini tidak hanya menampilkan keterampilan dan keahlian para pesilat, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan dan menjaga keharmonisan antar perguruan. Para peserta dan penonton pun merasakan semangat kebersamaan dan sportivitas yang tinggi selama acara berlangsung.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi seluruh masyarakat Jember dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, persatuan, dan kedisiplinan. “Kita semua adalah satu keluarga besar yang harus saling mendukung dan menjaga. Mari kita buktikan bahwa pencak silat adalah seni bela diri yang mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” tutup Kapolres Jember. (Togas)

Tinggalkan Balasan