FLS3N 2026 Sampang Jadi Ajang Pembentukan Karakter, Kadisdik Soroti Bahaya Pengaruh Budaya Asing

Filesatu.co.id, Sampang | Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Sampang tidak hanya menjadi panggung bagi para pelajar untuk menunjukkan bakat di bidang seni, tetapi juga dijadikan momentum untuk memperkuat karakter generasi muda di tengah derasnya arus budaya luar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Nor Alam, saat membuka kegiatan FLS3N. Ia menegaskan bahwa tema tahun ini, Menumbuhkan Karakter Bangsa Melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya, memiliki makna yang sangat penting dalam membentuk kepribadian siswa, Rabu (13/5/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Nor Alam, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, melainkan juga oleh kekuatan karakter, seperti religiusitas, disiplin, tanggung jawab, kecintaan terhadap budaya bangsa, serta kemampuan berpikir kritis dan inovatif.

“Orang sukses bukan hanya karena pintar atau memiliki IQ tinggi, tetapi karena memiliki karakter yang kuat,” ujarnya.

Ia menilai, tantangan terbesar saat ini adalah derasnya pengaruh budaya asing yang masuk melalui gadget dan telepon pintar yang setiap hari digunakan anak-anak. Karena itu, pendidikan karakter harus ditanamkan sejak dini agar siswa tidak kehilangan jati diri sebagai generasi penerus bangsa.

Selain itu, Nor Alam juga menekankan pentingnya integritas dewan juri. Ia meminta seluruh juri menjaga independensi dalam menentukan pemenang, sehingga tidak muncul kesan bahwa juara hanya didominasi sekolah-sekolah tertentu.

“Kegiatan ini berjenjang hingga tingkat nasional. Karena itu penilaian harus benar-benar objektif dan tidak boleh ada keberpihakan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, M. Yusuf, melaporkan bahwa FLS3N tahun ini mempertandingkan tujuh cabang lomba, yakni menyanyi solo, tari, pantomim, kriya, gambar bercerita, menulis cerita, dan mendongeng.

Ia menyebut jumlah peserta tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Antusiasme siswa juga dinilai semakin tinggi, meski masih ada beberapa kecamatan yang partisipasinya belum maksimal.

“Dengan keterbatasan anggaran, kegiatan ini tetap terlaksana secara tatap muka. Ini menunjukkan komitmen kami untuk terus memberi ruang bagi siswa mengembangkan potensi dan kreativitasnya,” ungkap Yusuf.

Ia berharap seluruh kecamatan dapat meningkatkan partisipasi pada tahun mendatang, sehingga FLS3N benar-benar menjadi ajang yang inklusif dan mampu melahirkan siswa-siswa berprestasi sekaligus berkarakter kuat.** (Fal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *