Filesatu.co.id, KARAWANG | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menggelar rapat bersama tim World Bank Mission dalam rangka kunjungan lapangan program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP) di Kabupaten Karawang, Selasa (12/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Karawang menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan World Bank terhadap pengembangan sistem pengelolaan persampahan di wilayahnya.
Pemerintah daerah menilai persoalan sampah merupakan tantangan besar yang dihadapi hampir seluruh daerah, termasuk Karawang. Pertumbuhan penduduk, perkembangan kawasan industri, perdagangan, hingga area permukiman menuntut adanya sistem pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Karawang terus memperkuat sistem tersebut melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan World Bank dalam program ISWMP.
Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., menyatakan bahwa penguatan sistem pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah demi menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah daerah, melainkan butuh kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak agar sistem di Karawang dapat berjalan lebih modern dan efektif.
Aep juga menegaskan bahwa Pemkab Karawang terus berupaya menghadirkan pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan volume, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah melalui konsep ekonomi sirkular dan energi alternatif. Melalui program ISWMP ini, ia berharap pengelolaan sampah di Karawang semakin membaik, pelayanan kepada masyarakat meningkat, dan beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat berkurang secara signifikan.
Pada tahun 2026, Pemkab Karawang fokus mengembangkan sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Beberapa di antaranya adalah TPST Mekarjati dengan kapasitas pengolahan 20 ton per hari, TPST Cirejag sebesar 20 ton per hari, serta optimalisasi TPST Jayakerta dari kapasitas eksisting 3 ton per hari menjadi 40 ton per hari. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan persampahan sekaligus mendorong pengolahan sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Selain itu, Pemkab Karawang telah mengusulkan keberlanjutan program ISWMP untuk tahun 2027. Rencana tersebut meliputi peningkatan kapasitas TPST Mekarjati dan TPST Cirejag masing-masing menjadi 40 ton per hari melalui pembangunan hanggar baru, penambahan arm roll di kedua TPST, serta pengadaan sarana mesin pencacah halus RDF (Refuse Derived Fuel). Pemkab Karawang meyakini penguatan sarana ini akan mendukung transformasi pengelolaan sampah menuju energi alternatif berbasis RDF.
Melalui kunjungan lapangan ini, Pemkab Karawang berharap tim World Bank Mission dapat melihat secara langsung potensi, kesiapan, serta komitmen daerah dalam mendukung keberhasilan program ISWMP. Pemerintah daerah juga mengharapkan dukungan dan pendampingan dari seluruh pihak agar program ini berjalan optimal demi mewujudkan Kabupaten Karawang yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.***










