Berharap Dapat Keadilan Warga Situbondo ini Berkirim Surat Ke Bupati Banyuwangi

  • Whatsapp

meminta hak dan keadilan sebagai warga Indonesia sesuai dalam persoalan apapun ke pihak penegak yang berwenang adalah sama kedudukan dengan warga lainnya dan itu wajar

FILESATU.CO.ID(Banyuwangi) – Meminta hak dan keadilan sebagai warga Indonesia sesuai dalam persoalan apapun ke pihak penegak yang berwenang adalah sama kedudukan dengan warga lainnya dan itu wajar.

Bacaan Lainnya

Namun terkadang masih banyak terjadi di Negeri ini yang pada kenyataannya justru dipersulit bagi pejabat berwenang bahkan kurang berasalan .

Demikian disampaikan Sariyanto (36) warga desa/kecamatan Arjasa kabupaten Situbondo ,merasa persoalan yang menimpanya tidak mendapat hasil sesuai hak dan prosedurnya dari kepala desa Wongsorejo Abdul Bakar terkait administrasi penyuratan atas persoalan tanah selaku ahli waris dari orang tuanya yang berlokasi di wilayah di desa/kecamatan Wongsorejo kabupaten Banyuwangi.

Mengalami kesulitan dan tidak mendapatkan yang diharapkan akhirnya dia ( Sariyanto)mengadu dengan berkirim surat ke Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas , pada Kamis ( 12/11/2020) berharap apa yg menjadi persoalannya bisa cepat selesai, sebagaimana isi inti dari surat tersebut untuk meminta kepala desa Wongsorejo 1.surat Penolakan menandatangani proses pembuatan sertifikat
2.Surat Silsilah Waris
3.peta bidang.

“saya pernah menemui kepala desa sekitar bulan Oktober 2020 lalu untuk meminta tanda tangan proses pembuatan sertifikat dari Leter C atas nama Sunarto.

” akan tetapi ditolak dengan alasan tanah tersebut sudah terjadi jual beli misrorto ke misrani, “ungkap Sariyanto, Sabtu ( 14/11/2020) .

Menurut Sariyanto, ada kejanggalan jika dibuat patokan kalau kepala desa sebagai pejabat Negara tidak mau bertanda tangan dengan alasan pernah ada transaksi jual-beli padahal diduga masih fiktif, dalam hal ini semestinya kepala desa berisikap bijak dan berani memberikan keterangan secara formal

” saya ( ahli waris) hanya ingin jika kepala desa kalau memang menolak bertanda tangan tidak masalah,tapi saya minta secara tertulis ditanda tanganinya sehingga bisa dipertanggung jawabkan tidak hanya menolak secara lesan,itu saja ,” ujar Sariyanto.

” disini saya berharap dengan kejadian yang menimpa saya dan keluarga saya yang lain agar bisanya bapak Bupati Abdullah Azwar Anas bisa berikan solusi dan mediasi dan bisa menegakkan seusai persoalan saya,” tegasnya.

Perlu diketahui bahwa Sariyanto ,adalah ahli waris dari Sunarto yang mempunyai tanah ,saat itu keluarga Sariyanto meminjam uang senilai 6 juta rupiah ke seseorang , belakangan diketahui dan masih belum jelas secara kepemilikan secara syah sudah berani menempati hingga sekarang.

Sementara, kepala desa Wongsorejo Abdul Bakar, dikonfirmasi terkait hal tersebut belum ada jawaban hingga Berita ini diterbitkan. ( red)

bersambung



Tinggalkan Balasan