Filesatu.co.id, SIDOARJO | TRAGEDI pembacokan yang menimpa seorang warga di kawasan Magersari, Sidoarjo, Kamis (2/4/2026) sore, memantik simpati luas dari publik. Di tengah keterbatasan finansial yang dihadapi keluarga korban, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat memberikan kepastian bantuan melalui skema pembiayaan kesehatan darurat.
Langkah responsif tersebut mendapat apresiasi dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Sidoarjo. Organisasi masyarakat yang dipimpin Rosario de Marshall, atau yang dikenal sebagai Hercules, turut mengawal penanganan kasus ini dari aspek kemanusiaan guna memastikan hak korban terpenuhi tanpa terhambat prosedur administratif.
Pembina GRIB Jaya DPC Sidoarjo, Selamet Joko Anggoro, menilai kecepatan respons Dinsos mencerminkan kehadiran negara dalam situasi krisis yang dialami masyarakat. “Kami mengapresiasi langkah cepat Dinsos Sidoarjo. Dalam kondisi darurat seperti ini, kecepatan dan ketepatan penanganan sangat menentukan keselamatan korban,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/4/2026).
Menurut Selamet, penanganan korban luka berat kerap kali terkendala prosedur administratif yang berbelit. Namun, dalam kasus ini, koordinasi antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat dinilai efektif dalam memangkas hambatan birokrasi.
Tak hanya itu, sesaat setelah kejadian, Ketua GRIB Jaya Sidoarjo, Waldi, dan PAC Sidoarjo kota juga langsung ditugaskan oleh pembina untuk turun ke lapangan. Ia mendatangi keluarga korban guna memastikan kondisi serta kebutuhan mendesak yang diperlukan. Selain itu, Waldi juga berkoordinasi dan meminta keterangan kepada pihak Polsek Sidoarjo Kota sebagai bagian dari upaya pengawalan kasus secara menyeluruh.
Ia menegaskan, pengawalan yang dilakukan GRIB Jaya tidak semata terkait administrasi, melainkan juga menyangkut rasa keadilan bagi masyarakat kecil. “Bantuan biaya ini memberi ruang bagi keluarga untuk fokus pada pemulihan korban. Adapun proses hukum, kami percayakan kepada kepolisian agar ditangani secara tuntas,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Dinsos Sidoarjo, Yudi, menyatakan bahwa penanganan bantuan sosial dalam kondisi darurat merupakan prioritas. Setelah menerima laporan dan melakukan verifikasi lapangan, pihaknya segera memproses bantuan pembiayaan kesehatan.
“Kami bekerja berdasarkan prinsip kemanusiaan dan ketentuan yang berlaku. Tidak boleh ada warga yang terlantar secara medis, terutama korban tindak kriminal yang tidak mampu,” ujar Yudi.
Ia juga menekankan pentingnya peran organisasi masyarakat sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat jangkauan layanan sosial.
Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di Ruang Mawar Kuning, RSUD Notopuro Sidoarjo. Dengan adanya jaminan pembiayaan dari Dinsos, beban keluarga korban berkurang sehingga dapat lebih fokus pada proses pemulihan.
Kolaborasi antara GRIB Jaya dan Dinsos Sidoarjo diharapkan menjadi model respons cepat dalam penanganan kasus darurat, sekaligus memperkuat sistem perlindungan sosial di daerah. ***










