Akhiri Dualisme, Laskar Merah Putih Deklarasikan Rekonsiliasi Total di Bawah Komando Arsyad Cannu

Penulis: Nina Susanti
Editor: Redaksi
Ketum LMP HM. Arsyad Cannu, didampingi Ukur Purba saat menerima Ade Efril Manurung
Ketum LMP HM. Arsyad Cannu, didampingi Ukur Purba saat menerima Ade Efril Manurung

Filesatu.co.id, JAKARTA | ORGANISASI Kemasyarakatan Laskar Merah Putih (LMP) resmi mengakhiri periode dualisme yang selama bertahun-tahun memecah konsentrasi organisasi. Momentum krusial ini ditandai dengan kembalinya Ade Erfil Manurung ke barisan kepemimpinan HM Arsyad Cannu, yang sekaligus mempertegas persatuan komando di tubuh organisasi berskala nasional tersebut.

Melalui pertemuan strategis yang berlangsung tertutup pada 17 April 2026, kedua tokoh tersebut menyepakati langkah rekonsiliasi total. Dalam forum itu, Ade Erfil Manurung secara eksplisit memberikan pengakuan atas keabsahan kepemimpinan HM Arsyad Cannu sebagai Ketua Umum yang sah, selaras dengan kekuatan hukum tetap dari PTUN DKI Jakarta, PN Jakarta Barat, serta legalitas Administrasi Hukum Umum (AHU) dari Kemenkumham RI.

Bacaan Lainnya

Menanggapi penyatuan ini, Dewan Pendiri sekaligus Ketua Harian Markas Besar LMP, H. Wahyu Wibisana, SE, menegaskan bahwa momentum ini merupakan titik nol untuk mengembalikan marwah organisasi ke jalur yang semestinya.

  • Pernyataan Strategis Wahyu Wibisana:

    “Rekonsiliasi ini bukan sekadar seremoni simbolis, melainkan langkah taktis yang memiliki implikasi strategis terhadap masa depan Laskar Merah Putih. Persatuan di level pimpinan tertinggi adalah kunci utama yang akan berdampak langsung pada efektivitas program kerja serta soliditas ribuan kader di lapangan,” tegas H. Wahyu Wibisana.

Ia menambahkan bahwa berakhirnya fragmentasi di tingkat elit akan melipatgandakan daya dorong organisasi dalam menjalankan fungsi sosialnya. Wahyu Wibisana optimis, harmonisasi ini akan segera merembet hingga ke tingkat akar rumput, menyatukan kembali sel-sel organisasi yang sempat terbelah.

Dalam kesepakatan tersebut, Ade Erfil Manurung menyatakan komitmennya untuk terus mengabdi melalui jalur Dewan Pendiri. Sikap ini dinilai banyak pihak sebagai cerminan kedewasaan berorganisasi yang mengutamakan kepentingan kolektif di atas ambisi pribadi.

Pasca-rekonsiliasi ini, Laskar Merah Putih dipastikan bakal melakukan akselerasi program kerja yang lebih progresif. Dengan visi yang kini telah tunggal, organisasi berlambang burung garuda ini siap bergerak lebih lincah dalam agenda pemberdayaan kader dan memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *