Filesatu.co.id, SIDOARJO | SUARA mengerucut Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo pada 4 April 2026, dinamika internal partai menunjukkan arah yang semakin well-structured dan terkonsolidasi. Nama H. Usman, M.Kes yang akrab disapa Abah Usman mengemuka sebagai figur yang memperoleh dukungan luas untuk memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Sidoarjo.
Sejumlah kader menilai, menguatnya dukungan tersebut tidak terlepas dari rekam jejak panjang Abah Usman dalam struktur partai. Ia dikenal sebagai kader senior dengan political track record yang terbangun secara berjenjang, mulai dari anggota DPRD hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua DPRD Sidoarjo. Perjalanan ini mencerminkan prinsip leadership by process, bukan sekadar momentum.
“Beliau memiliki kapasitas dalam menjaga organizational balance sekaligus memperkuat basis konstituen,” ujar salah satu kader, Minggu (29/3/2026).
Dalam lanskap politik lokal, Abah Usman turut berkontribusi dalam mengantarkan PKB meraih capaian signifikan pada Pemilu 2019. Saat itu, PKB berhasil menjadi partai dengan perolehan suara terbanyak di DPRD Sidoarjo. Capaian ini dinilai sebagai manifestasi dari effective political consolidation yang dijalankan secara konsisten.
Selain itu, kemampuan komunikasi politik Abah Usman disebut sebagai salah satu key factor. Ia dinilai mampu menjembatani kepentingan partai dengan aspirasi masyarakat melalui pendekatan yang inklusif dan berbasis nilai ukhuwah serta ta’awun. Kedekatannya dengan kalangan Nahdlatul Ulama (NU) memperkuat posisinya sebagai figur yang mengedepankan prinsip maslahah ‘ammah (kemaslahatan umum).
Gaya kepemimpinan yang sederhana dan down to earth juga menjadi nilai tambah. Dalam perspektif banyak pihak, pendekatan ini mencerminkan etika kepemimpinan berbasis akhlaq al-karimah, yang mampu menjaga soliditas internal sekaligus membangun kepercayaan publik.
Muscab PKB Sidoarjo yang akan digelar di Fave Hotel Sidoarjo dipandang sebagai momentum strategis untuk memperkuat party consolidation dan merumuskan arah kebijakan ke depan. Forum ini tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang strategic alignment dalam menghadapi dinamika politik yang semakin kompleks.
Jika kembali memperoleh mandat, Abah Usman diharapkan mampu melanjutkan konsolidasi yang telah terbangun, sekaligus mendorong PKB menjadi lebih adaptive, progressive, and competitive. Tantangan ke depan, termasuk menghadapi Pemilu 2029, menuntut kepemimpinan yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga memiliki visionary leadership yang berorientasi pada keberlanjutan dan kemaslahatan bersama (al-mustaqbal wa al-maslahah). ***





