Filesatu.co.id, KARAWANG | PEMKAB Karawang melalui RSUD Karawang telah menganggarkan Rp24,7 miliar untuk membangun Gedung IGD dan Perawatan Kritis Terpadu Tahap II, bahkan menurut data di LPSE Kabupaten Karawang sudah ada puluhan penyedia yang sudah mengikuti tender pembangunan gedung tersebut.
Terkait hal tersebut Pengamat pemerintahan Karawang Asep Agustian mendorong Pembangunan Gedung IGD dan Perawatan Kritis Terpadu RSUD Karawang Tahap II segera untuk direalisasikan di tahun 2025.
Dikatakannya, masyarakat Karawang sangat membutuhkan gedung tersebut mengingat selama ini RSUD Karawang kedodoran ketika banyak pasien yang datang ke IGD tetapi kemudian ada yang tidak tertampung.
Menurut pria yang akrab disapa Askun ini menilai, RSUD Karawang tampak kurang serius untuk lanjutkan pembangunan gedung IGD dan Perawatan Kritis karena sudah beberapa tahun lalu tidak kunjung dibangun.
“Sudah hampir dua tahun tidak pernah terealisasi pembangunan gedung tersebut,” ucap Askun sembari menjelaskan bahwa dirinya setiap hari, setiap minggu dan setiap bulan lewati bangunan mangkrak itu karena kantor saya memang selalu lewati RSUD Karawang.
“Apakah bangunan itu mau dibuat rumah sakit atau mau dibuat kandang hantu? karena hanya sekedar pondasi ataupun tiang-tiang pancang yang berdiri tapi tidak jelas, sehingga lama-lama jadi kendang hantu,” sambungnya menyindir.
Jika RSUD Karawang tambahnya, memang betul-betul serius maka seharusnya tahun ini harus direalisasikan karena yang jadi kritikan publik selama ini ketika banyak pasien datang ke RSUD Karawang ada banyak tidak tertampung dengan alasan ruang IGD selalu penuh.
“Masyarakat lari ke RSUD Karawang karena milik pemerintah daerah, kalau lari rumah sakit swasta ya mungkin agar mumet dan rudet lah,” katanya yang juga Ketua DPC Peradi Karawang.
Ia berharap ada keseriusan dari RSUD Karawang pada tahun ini untuk realisasikan pembangunan Gedung IDG dan Perawatan kritis Terpadu Tahap II.
“Buat apa sih lama-lama kalau memang sudah ada duitnya, bangunlah segera itu, kalau tidak segera dibangun akan selamanya jadi kandang hantu, jadi jangan sampai terus-terusan mangkrak,” tutupnya. ***




