Tak Hanya Kampung Pesilat, Kabupaten Madiun Kini Jadi Rujukan Nasional KPBU APJ

Filesatu.co.id, Madiun | Pemerintah Kabupaten Madiun kembali menegaskan posisinya sebagai daerah pelopor inovasi pelayanan publik. Kali ini, Pemkab Madiun menerima kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dalam rangka studi tiru skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Alat Penerangan Jalan (APJ), bertempat di Gedung DPMPTSP Kabupaten Madiun, Senin (09/02/2026).

Kunjungan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, Wakil Bupati Ogan Komering Ilir Supriyanto, Kepala DPMPTSP Kabupaten Madiun Anang Sulistijono, serta jajaran Dishub Kabupaten Madiun yang diwakili Sekretaris Dinas Erwina Purnamasari beserta seluruh jajaran terkait.

Bacaan Lainnya

Kabupaten Madiun yang dikenal luas sebagai Kampung Pesilat, kini juga menjelma menjadi daerah tujuan belajar bagi pemerintah daerah lain. Keberhasilannya menerapkan skema KPBU APJ menjadikan Kabupaten Madiun sebagai pionir nasional dalam pengelolaan penerangan jalan yang efisien, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Usai kegiatan, Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi menyampaikan bahwa Kabupaten Madiun telah menjadi rujukan bagi puluhan daerah di Indonesia.

“Alhamdulillah, kami menerima sudah hampir sekitar 30 daerah se-Indonesia untuk coba belajar tentang adanya KPBU APJ (alat penerangan jalan),” terang Wabup.

Ia menjelaskan, penerapan APJ di Kabupaten Madiun telah menjangkau hampir seluruh wilayah dan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.

“APJ, alat penerangan jalan ini sekitar 7.549. Secara serentak itu difungsikan di Kabupaten Madiun. Dengan begitu hampir seluruh di Kabupaten Madiun ini bisa menjadi terang sehingga mampu mengangkat UMKM juga mengangkat perekonomian masyarakat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wabup Madiun yang juga mantan Direktur RSUD Dolopo menegaskan bahwa skema KPBU APJ membawa manfaat besar dari sisi efisiensi energi dan keselamatan masyarakat.

“Keuntungan yang lain, adanya efisiensi penggunaan daripada listrik, hampir sekitar 60%. Kami sudah banyak jelaskan kepada beberapa daerah termasuk dari Pemerintah OKI ini yang datang ke sini. Secara teknis kami jelaskan dan ini benar-benar akan membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan, khususnya dalam hal penerangan jalan. Dengan penerangan jalan ini, akan menurunkan angka kecelakaan di jalan. Ini penting sekali, dan ini semuanya ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Ada gebrakan dari pemerintah daerah sehingga membawa kebaikan bagi masyarakat Kabupaten Madiun,” lanjut Wabup.

Ia juga memaparkan target jangka panjang yang dicanangkan Bupati Madiun melalui program ini.

“Sasaran yang diterapkan Pak Bupati, rencananya 10.000 titik, jadi masih ada 2000 sekian dan coba nanti kita akan bahas dengan sebaik-baiknya supaya betul-betul membawa kesejahteraan masyarakat. Nanti ada spot-spot tambahan, yang mampu menggerakkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Terkait skema kerja sama, Wabup menjelaskan bahwa KPBU APJ dirancang dengan sistem konsesi jangka panjang yang menjamin keberlanjutan layanan.

“Konsesi ini adalah 10 tahun. semua APJ harus terjaga dan. Terjaganya APJ penerangan ini ada anggaran opex, maintenance nya adalah sampai 10 tahun. Jadi pihak ke-3 melakukan maintenance sampai 10 tahun masa konsesi. Setelah itu baru diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Madiun,” pungkas Wabup.

Sementara itu, Wakil Bupati Ogan Komering Ilir Supriyanto menyampaikan apresiasi dan komitmen untuk menindaklanjuti hasil studi tiru tersebut.

“Yang pertama tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Madiun. Pak Bupati, Pak Wabup karena sudah diterima. Tentu ada ilmu yang bisa kami bawa pulang, KBBU APJ. Yang mana itu sangat dibutuhkan sesuai dengan kondisi di Kabupaten Ogan Kemiling Ilir. Untuk hal teknis mungkin akan kita tindak lanjuti, sekali lagi terima kasih untuk pemkab Madiun,” tutupnya.

Melalui kunjungan ini, Kabupaten Madiun kembali membuktikan diri sebagai daerah inovatif yang tidak hanya membangun untuk warganya sendiri, tetapi juga berbagi praktik terbaik demi kemajuan pelayanan publik di tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan