Pemerataan Sumber Daya Wilayah, Kodam IX/Udayana Lanjutkan Program TMMD 

Filesatu.co.id, Denpasar Bali |Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang secara berkelanjutan dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat, merupakan suatu program terpadu lintas sektoral dalam membantu pemerintah daerah mempercepat akselerasi pembangunan daerah tertinggal, daerah terpencil, dan terisolir.

Demikian yang disampaikan Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Antonius Totok Yuniarto P., S.I.P., dalam rilis tertulisnya di Kantor Pendam IX/Udayana, Jalan Udayana No. 1 Denpasar, Provinsi Bali, pada Kamis (12/5/2022).

Bacaan Lainnya

Program terpadu TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-113 tahun 2022 di wilayah Kodam IX/Udayana, secara resmi telah dibuka pada Rabu, (11/5/2022) kemarin, dengan mengangkat  tema : “TMMD Dedikasi Terbaik Membangun NKRI”. Program TMMD ini dilaksanakan dalam rangka mempercepat pemerataan pembangunan khususnya infrastruktur dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.

“Melalui programTMMD ini, diharapkan selain bertujuan untuk lebih meningkatkan kemanunggalan TNI khususnya TNI AD dengan Rakyat, juga mampu menggali potensi dan sumber daya yang ada di wilayah sasaran sehingga nantinya taraf hidup masyarakat semakin meningkat,” ujar Kapendam.

Untuk diketahui, pembukaannya dilakukan oleh para Kepala Daerah masing-masing wilayah yang menjadi sasaran program TMMD. Program terpadu TMMD ke-113 Kodam IX/Udayana dilaksanakan di tiga daerah yaitu Wilayah Korem 161/Wira Sakti (Provinsi NTT) dilaksanakan di dua Kodim yaitu wilayah Kodim 1618/Timor Tengah Utara tepatnya di Desa Humusu Sainiup, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten TTU dengan sasaran fisik yakni pembangunan Kapela Desa dan pembangunan rambat jalan Desa sepanjang 500 Meter.

Sedangkan Kodim 1624/Flotim dilaksanakan di Desa Lewomuda dan Desa Kawalelo, kedua desa tersebut terletak di Kecamatan Demon Pagong Kabupaten Flores timur dengan sasaran fisiknya membangun jalan sepanjang 5,67 KM yang menghubungkan kedua desa tersebut.

Kemudian, untuk wilayah Korem 162/Wira Bhakti (Provinsi NTB) dilaksanakan oleh Kodim 1615/Lombok Timur tepatnya di Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur dengan sasaran fisik berupa pembangunan rumah relokasi nelayan sebanyak 30 unit.

Selanjutnya untuk wilayah Korem 163/Wira Satya (Provinsi Bali) dilaksanakan oleh Kodim 1610/Klungkung dengan sasaran fisik membuka jalan sepanjang 1 KM di Desa Batukandik dan di Desa Sakti Kecamatan Nusa Penida melaksanakan pengerasan jalan sepanjang 1,5 KM serta pembukaan jalan Desa Mekar Kecamatan Nusa Penida sepanjang 1,5 KM. Dari ketiga Desa tersebut terletak di Kabupaten Klungkung.

“Kegiatan TMMD ke-113 tersebut bukan hanya melakukan pekerjaan fisik namun juga dilaksanakan kegiatan Non fisik berupa penyuluhan secara terpadu dan kegiatan sosial pelayanan kesehatan terutama dalam pengendalian dan penangan kasus stunting,” ucap Antonius Totok.

Kemudian, Antonius Totok mengungkapkan, kegiatan TMMD yang dilaksanakan di Kabupaten Klungkung dengan dipilihnya tiga desa yang terletak di Kecamatan Nusa Penida tersebut adalah hasil dari penelitian dan pengkajian Pemerintah Daerah Kabupaten Klungkung bekerjasama dengan Kodam IX/Udayana, dikarenakan geografis Kecamatan Nusa Penida merupakan kepulauan kecil dan daratan yang sebagian besar batu karang dengan lapisan tanah yang tipis.

“Mata pencaharian masyarakat di ketiga Desa tersebut secara umum adalah nelayan yang ditopang dari sektor pertanian serta dari sektor pariwisata, mengingat daerah tersebut adalah salah satu daerah wisata yang memiliki keindahan alam dan menjadi tujuan favorit wisatawan domestik dan manca negara,” ucap Kapendam.

Selanjutnya Kapendam mengatakan, mengingat secara topografi Pulau Nusa Penida masuk dalam Pulau Terluar Indonesia. “Sangatlah tepat daerah tersebut mendapat perhatian khusus sebagai upaya memperkokoh pertahanan negara dari segala bentuk ancaman dan rongrongan pihak-pihak luar yang tidak ingin Indonesia kuat, bersatu dan maju,” ungkapnya.

Topografi tersebut sejalan dengan sasaran program TMMD yaitu pemerataan pembangunan utamanya daerah terpencil, tertinggal, perbatasan dan pulau terluar. “Harapannya dengan terbangun infrastruktur berupa jalan yang memadai akan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat terutama memudahkan akses transportasi dalam mendistribusikan hasil-hasil pertanian dan perkebunan masyarakat setempat, maupun sebagai upaya pengembangan pariwisata daerah,” papar Kapendam.

Laporan : Benthar/ hms



Tinggalkan Balasan