Dari 45 Warga Binaan Lapas Perempuan Kerobokan Diberikan Pembinaan Ketrampilan Kemandirian

Filesatu.co.id,  Badung – Bali | Lembaga Pemasyarakatan Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan sudah menjalankan program Pembinaan, Yang dipantau langsung oleh Kalapas Ni Luh Putu Andiyani baik Kemandirian maupun Kepribadian, Senin 18/9/2023.

Khusus Pembinaan Kemandirian dilaksanakan seperti yang saat ini digelar yakni program Salon Kecantikan yang meliputi Hair Cutting atau Potong Rambut, Nail Gel/ Nail Art atau Melukis Kuku dan pembuatan Sanggul Modern.

Bacaan Lainnya

Kepala Lembaga Pemasyarakatan atau Kalapas Kelas IIA Kerobokan Ni Luh Putu Andiyani menyampaikan, bahwa Warga Binaan Pemasyarakatan atau WBP yang mengikuti program Pembinaan Kemandirian memang sudah ada aturan khusus. Bahkan, WBP yang sudah setengah menjalani hukuman pidana diperbolehkan mengikuti program Pembinaan Kemandirian.

Lebih jauh disebutkan, program Pembinaan Kemandirian dilaksanakan bekerjasama dengan pihak ketiga dari Yayasan yang berasal dari Australia, dimulai tahun 2020 hingga tahun 2023. Khusus Pelatihan Hair Cutting atau Potong Rambut dilaksanakan setahun dua kali.

“Mereka selalu datang dua kali dalam setahun, tapi biasanya tahun sebelumnya hanya potong rambut saja. Namun, tahun ini, 2023 ada penambahan dari mereka, yakni Nail Gel dan Sanggul Modern,” kata Kalapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Ni Luh Putu Andiyani, saat diwawancarai awak media, Senin, 18/9/2023.

Namun, lanjutnya kegiatan dari yayasan lainnya juga sudah banyak melakukan kerjasama dengan pihak terkait, yang digelar setiap harinya.

“Ada kegiatan tata boga setiap harinya, yang kami kembangkan saat ini menjadi ikon kami adalah buat tempe. Selain itu, juga ada menjahit, merajut dan ada juga pelatihan anyaman serta melukis. Namun, kendala kami pada pemasaran hasil Warga Binaan yang mohon bantuannya dari pihak luar,” terangnya.

Bagi Petugas Lapas Perempuan Kerobokan, diakuinya Pelatihan Kemandirian sangat bermanfaat membantu tugas-tugas dalam hal pembinaan. Jika pihaknya sudah tidak mungkin bekerja sendiri, dikarenakan kurangnya sarana dan prasarana serta segi kemampuan juga terbatas.

“Jadi, kami sangat berterima kasih ada pihak-pihak luar yang membantu kami dalam pembinaan,” sebutnya.

Kalau kegunaan bagi Warga Binaan, kata Putu Andiyani sangat baik sekali dan berdampak positif, karena hal ini memberikan skill kemampuan khusus bagi Warga Binaan, saat nantinya jika keluar dari Lapas ini bisa mempunyai keterampilan khusus sekaligus membantu perekonomian buat keluarganya.

“Ada 45 orang Warga Binaan mengikuti Pelatihan Kemandirian, dibagi tiga yaitu 15 WBP ikut Potong Rambut, 15 WBP ikut serta Nail Gel dan 15 WBP untuk Sanggul Modern. Dengan mengikuti Pelatihan Kemandirian, kami berharap diluar sana, masyarakat, baik perorangan maupun kelompok dapat membantu kami untuk Program Pembinaan kami disini, baik itu Pembinaan Kemandirian maupun Kepribadian. Hal itu sangat bermanfaat positif buat teman-teman WBP dan juga bagi kami para Petugas Lapas Perempuan Kerobokan,” pungkasnya.

Kalapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan Ni Luh Putu Andiyani memantau langsung kegiatan Pelatihan Kemandirian di Lapas Perempuan Kerobokan, Senin, 18 September 2023.

Laporan  : Benthar

Tinggalkan Balasan