Filesatu.co.id – Banyuwangi|Proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi yang dikerjakan CV. Rancang Bangun Blambangan Persada Banyuwangi di Dusun Tanjungrejo RT 04 RW 01, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, diduga tidak sepenuhnya berada di saluran irigasi.
Hal tersebut menjadi keluh kesah warga, lantaran volume irigasi yang besar namun ujung saluran langsung di perbatasan lahan sawah warga.
Jika dilihat dari peta sertifikat tanah salah satu warga, disitu tidak ada keterangan saluran irigasi. Hanya batas pematang sawah yang terlihat ada bekas aliran air, tapi bukan saluran air.
Pemilik lahan yang tidak mau disebut namanya merasa keberatan dengan proyek ini. Karena ketika hujan airnya bisa meluber ke lahan sawah yang biasa dia tanami jagung.
“Buangan airnya dapat meluber di area persawahan saya mas” ucapnya dengan rasa kecewa.
Proyek Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi tahun anggaran 2025 senilai Rp 197.692.000,- ini terkesan dadakan tanpa perencanaan yang matang. Karena jika hujan deras sangat berpotensi membanjiri sawah warga yang tentunya sangat merugikan.
Saat tim media menelusuri permasalahan warga ini ke kantor desa Kebondalem, namun sayang tidak bisa mendapat keterangan jelas mengenai hal tersebut. Beberapa staf mengatakan tidak tahu menahu mengenai permasalahan ini, karena itu urusan pak kades.
“Saya kurang tau pak, langsung ke Pak Kades saja, saya kasih nomernya,” ucap Sekretaris Desa Kebondalem, Senin(19/01/26).
Keluhan masyarakat sebenarnya bukan ingin menghambat proyek pemerintah, namun jika berpotensi merugikan tentu masyarakat juga keberatan. Sampai berita ini diturunkan masih belum ada penjelasan dari pihak terkait.
Jika tidak ada tindak lanjut, masyarakat juga tidak segan-segan untuk melaporkan persoalan ini pada pihak berwajib agar mendapatkan kejelasan serta kemanfaatan proyek Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi. (Tim Redaksi)










