Acep Jamhuri Mengundurkan Diri dari Jabatannya, Fokus Pilkada Karawang 2024

Salam perpisahan kepada Drs Acep Jamhuri yang mengundurkan diri sebagai Sekda Karawang
Salam perpisahan kepada Drs Acep Jamhuri yang mengundurkan diri sebagai Sekda Karawang

Filesatu.co.id, KARAWANG | SEKRETARIS Daerah  Kabupaten Karawang Jawa Barat, Acep Jamhuri mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekretars Daerah, sejak 1 Juli 2024. Pengunduran diri dilakukan, karena dia mencalonkan diri maju dalam Pilkada Karawang 2024.

Pengunduran Acep Jamhuri terkuak saat apel pagi yang berlangsung di Plaza Pemkab Karawang, Senin pagi 01 Juli 2024. Hanya saja acara pamitan dari Acep tidak disaksikan Bupati Aep Syaepuloh dan pejabat eselon II kecuali Asisten Daerah I, Eka Sanatha.

Bacaan Lainnya

Kabarnya Aep dan pejabat tinggi pratama lainnya pada waktu yang sama sedang mengikuti upacara HUT Bhayangkara tingkat Kabupaten Karawang di Lapang Karangpawitan. Tak pelak acara apel pagi saat itu hanya diikuti para staf dan pejabat eselon III.

Di hadapan ratusan ASN yang mengikuti apel pagi,  Acep sempat berpesan agar para juniornya di ASN tetap jaga kondusifitas, netralitas dan integritas.

“Saya harap kondusifitas tetap terjaga,” katanya.

Dijelaskannya, terkait pengunduran dirinya atau memilih pensiun dini karena memilih terjun ke dunia politik. Padahal masa pensiunnya sebagai ASN masih 4 tahun lagi.

“Saya ingin tetap mengabdi kepada masyarakat lebih lebih masif lagi,” katanya.

Saat awak media menyinggung terkait parpol pengusung pada Pilkada nanti, Acep belum mau terbuka. Padahal, saat itu yang bersangkutan sudah mengantongi surat tugas dari Partai Demokrat dan Golkar.

“Politik itu serba dinamis perubahan-perubahannya. Saya bukan pimpinan partai, pengurus pun bukan,” ujarnya.

Menanggapi kabar yang katanya bakal berpasangan dengan kader Gerindra Gina Fadlia Swara, Acep juga menjawab diplomatis bahwa dirinya pun belum bisa memastikan seperti apa dalam beberapa hari ke depan jelang pendaftaran di KPU.

Termasuk ditanya kemungkinan terburuk dari persoalan hukum yang sedang dihadapinya, Ajam hanya mengatakan, sekenario Allah SWT tidak ada yang tahu.

“Kalau saya memang harus menjalani seperti itu, saya jalani. Yakin saja pada qodarullah.Saya juga mau nyalon bupati tidak didasari oleh hawa nafsu,” katanya. ***

 

 

Tinggalkan Balasan