Filesatu.co.id, Banyuwangi | Pelantikan Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi masa khidmat 2026–2031 bukan sekadar pengukuhan jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah. Momentum ini juga diikuti pengukuhan lembaga-lembaga di bawah naungan PCNU, sebagai wujud penguatan peran organisasi dalam menjawab kebutuhan umat lintas sektor.
Di tengah tantangan sosial yang kian kompleks, PCNU Banyuwangi menegaskan komitmennya NU harus hadir tidak hanya di ranah keagamaan, tetapi juga menyentuh persoalan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga ketahanan keluarga.
Salah satu lembaga yang mencuri perhatian adalah Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU). Lembaga ini Fokus di pemberdayaan keluarga Muslim di bidang kesejahteraan sosial dan kependudukan. LKKNU mengusung gagasan besar keluarga maslahah keluarga yang bahagia, sejahtera, sakinah, serta memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
LKKNU menjalankan kebijakan NU untuk meningkatkan kualitas keluarga Muslim, mencakup Penguatan mental-spiritual, Kesehatan keluarga, Pemberdayaan perempuan dan perlindungan kelompok rentan
– *Bimbingan pranikah, konseling keluarga*, hingga isu kependudukan
Konsep _keluarga maslahah_ tidak berhenti pada harmoni rumah tangga. Lebih dari itu, keluarga didorong mampu menjaga nilai agama, kehormatan, serta kebermanfaatan sosial. Karena itu, LKKNU diposisikan sebagai garda depan NU dalam memperkuat ketahanan sosial dari unit terkecil: keluarga.
Sebagai Ketua LKKNU dipercayakan kepada Dalilatus Saadah, Ia adalah penyuluh agama Islam di KUA Kecamatan Gambiran yang aktif di kegiatan sosial-keagamaan. Saat ini juga menjabat pengurus Muslimat NU Cabang Banyuwangi dan pengurus Forum Kabupaten Sehat Banyuwangi. Pengalamannya di akar rumput diharapkan membuat program LKKNU lebih membumi dan dekat dengan kebutuhan warga.
Di Posisi Wakil Ketua diisi Nur Anim Jauhariyah, akademisi yang kini menjabat Ketua Program Studi Magister Ekonomi Syariah (S2) di Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung. Kehadirannya memperkuat basis keilmuan, riset, dan pengembangan program berbasis data.
Selanjutnya, dijajaran pengurus terdapat Lilikh Maslihah, mantan Komisioner Panwaslu Kabupaten Banyuwangi. Pengalaman di bidang pengawasan publik dan pemberdayaan masyarakat menjadi modal penting untuk tata kelola lembaga yang transparan dan akuntabel.
Menariknya, jajaran pembina LKKNU diisi dua politisi perempuan DPRD Banyuwangi dari lintas partai. Marifatul Kamila dari Partai Golkar yang kini Ketua Komisi I DPRD dikenal aktif di isu sosial, perempuan, dan kebijakan publik.
Ada nama Desi Prakasiwi juga, Politisi dari PDI Perjuangan bergabung sebagai pembina. Keterlibatan tokoh legislatif ini menegaskan bahwa penguatan keluarga adalah agenda bersama yang melampaui sekat politik.
Arah Gerak ke Depan
Pengukuhan lembaga-lembaga di lingkungan PCNU Banyuwangi menjadi simbol konsolidasi menuju pengabdian yang lebih luas dan nyata. Dengan kolaborasi tokoh agama, akademisi, aktivis sosial, dan unsur legislatif, LKKNU diharapkan tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga memberi dampak langsung bagi umat.
Di tengah arus perubahan zaman, NU Banyuwangi ingin memberikan kekuatan organisasi bukan semata pada besarnya jamaah, melainkan pada kemampuannya menjaga kemaslahatan masyarakat dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga.










