Servis Gratis Yamaha di Pancakarya Diprotes Panitia, Diduga Ada Kompensasi ke Perangkat Desa

Penulis: Tugas/Gam
Editor: Redaksi

Filesatu.co.id, JEMBER | ACARA ce ek sound atau sound horeg yang diselenggarakan oleh PT Aulan Jaya Audio bersama Remaja Masjid Baitul Gufron desa pancakarya kecamatan Ajung Jember secara gratis, bertujuan ingin menghidupkan UMKM lokal, menarik kerumunan massa, dan meningkatkan penjualan pedagang kecil di sekitar lokasi acara. Perangkat desa Panca Karya Tiba tiba muncul memberikan izin dengan memungut Beaya sebesar Rp.500 ribu rupiah tanpa sepengetahuan PJ Kades Panca Karya sehingga menjadi Gaduh,

Kegiatan servis gratis sepeda motor oleh pihak Yamaha menuai protes dari pihak panitia cek sound.Sabtu(25/4/2026).

Bacaan Lainnya

Ketua Remaja Masjid Baitul Gufron desa Pancakarya kecamatan Ajung Jember ,Imron, mengatakan sangat menyayangkan apabila ada perangkat desa masih ada memungut uang tanpa sepengetahuan panitia dan PJ. Kepala desa dan untuk kontribusi yang selama ini dia pungut lari kemana apabila seorang PJ Kepala desa sampai tidak tau berarti diduga untuk kepentingan pribadi oleh sebab itu kami berharap pihak PJ kepala desa mengaudit perangkatnya apabila ada kontribusi selama adanya kegiatan didesa biar Transparansi masalah keuangan desa.” Kata Imron.

Imron menambahkan Kegiatan PT Aulan Jaya ini kolaborasi dengan Remaja Masjid Baitul Gufron mengelar bazar UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), untuk memaksimalkan dampak ekonomi didesa Pancakarya. Dampak Cek Sound/Horeg terhadap UMKM di desa Pancakarya Kecamatan ajung.

Kerumunan penonton memberikan pasar instan bagi pedagang makanan, minuman, dan kerajinan, terutama saat pameran sound horeg. Kegiatan ini membantu memperluas jangkauan pemasaran produk lokal dan dikenal lebih luas oleh masyarakat.

Penjabat (PJ) Kepala Desa Pancakarya, Murka’i, memberikan klarifikasi terkait perizinan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima permohonan resmi dari Yamaha.

“Saya selaku PJ Kades pada hari Kamis menerima surat dari pihak Yamaha untuk meminta izin melaksanakan servis gratis bagi warga Pancakarya,” ujar Murka’i.

Ia menambahkan, keesokan harinya, Jumat, perwakilan Yamaha kembali datang untuk berkoordinasi langsung dengan dirinya bersama Mukhlis selaku Kaur Umum dan TU desa.

“Karena sifatnya gratis untuk masyarakat, saya memberikan izin. Namun saya tegaskan, izin hanya berlaku dari pagi sampai waktu duhur, karena malam harinya sudah ada kegiatan lain di balai desa,” tegasnya.

Di tengah polemik tersebut, muncul pula dugaan terkait adanya pemberian uang dari pihak Yamaha kepada pemerintah desa. Murka’i membenarkan adanya informasi tersebut, namun meminta agar hal itu dikonfirmasi langsung kepada pihak Yamaha.

“Terkait uang Rp500 ribu itu, silakan dicek langsung ke pihak Yamaha. Siapa yang menerima dan siapa yang menandatangani kwitansi, itu jelas ada,” jelasnya.

Sementara itu, pihak Yamaha yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya pemberian kompensasi sebesar Rp500 ribu kepada pemerintah desa. Disebutkan bahwa yang menandatangani kwitansi penerimaan adalah Mukhlis, selaku Kaur Umum dan TU Desa Pancakarya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut terkait peruntukan dana kompensasi tersebut, serta tindak lanjut atas protes warga yang terdampak kegiatan tersebut. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *