Mayat Hayut di Sungai Bomo Ada Riwayat Pikun

Filesatu.co.id, Banyuwangi | Warga sekitar desa Bomo dihebohkan dengan adanya mayat terapung hanyut  di sungai Desa Bomo kecamatan Blimbingsari. Selasa (18/1/2022).

Berawal diketahuinya mayat tersebut sekitar jam 6:00 wib oleh warga sekitar yang hendak pergi ke sawah.

Bacaan Lainnya

“Sempat kaget awalnya saya melihat ada mayat yang hanyut di sungai, kemudian saya pinggirkan agar tidak terus hanyut ke laut,” kata Buniran warga Krajan Rt 01 / Rw 02 Desa Bomo Kec. Blimbingsari.

Mengetahui hal itu, lanjut Buniran, bersama temannya Buamin langsung menghubungi pihak perangkat desa Bomo .
“Kami menghubungi pihak perangkat  desa Bomo untuk mengabarkan adanya mayat ini, “tambah Buniran.

Kasus penemuan mayat yang dilaporkan warganya ke pemerintahan desa Bomo dibenarkan oleh kepala desa Bomo Sutikno belakangan  diketahui ketahui Identitas Korban Yakni Rusmi  (73 th) warga dusun krajan Rt 04 / 05 desa Bangorejo kec. Srono kab. Banyuwangi.

“Benar mas, dan saat ini sudah dalam evaluasi pihak relawan, bersama Polsek dan Danramil Rogojampi juga dari tim kesehatan,” ucap Sutikno.

Dikomfirmasi terpisah , Kapolsek Rogojampi Kompol Sudarsono juga membenarkan adanya mayat yang hanyut di sungai.

“Nggihh (benar) saat ini (11:00 wib) sudah di evakuasi,” kata Sudarsono membalas komfrmasi media ini.

Filesatu.co
Id, foto: Kapolsek Rogojampi Kompol  Sudarsono bersama anggotanya, Tim relawan dan Danramil Babinsa setempat saat mengevaluasi mayat hanyut di sungai Bomo.

Kapolsek Rogojampi Kompol Sudarsono mengatakan menurut kronologi dari keterangan para saksi bahwa sekitar jam 06.30 wib para saksi hendak pergi ke sawahnya. Sampai di TKP melihat ada korban hanyut di sungai, lalu oleh saksi di pinggirkan agar tidak hanyut hingga ke laut.

Setelah itu para saksi menghubungi perangkat Desa Bomo, kemudian korban oleh tenaga relawan dan medis, serta petugas polsek rogojampi mengevakuasi.

Korban setelah dilakukan visum luar oleh dr. Didik dri Puskesmas Badean tidak ditemukan tanda kekerasan dan berdasarkan keterangan dari keluarga bahwa korban semasa hidup mempunyai riwayat pelupa (jawa=pikun).

“Kemudian terakhir diketahui korban tidak ada di rumah pada hari minggu tanggal 15 januari 2022 sekitar jam 14.00 wib, selanjutnya korban di bawa ke rumah duka untuk dimakamkan serta pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi,” pungkasnya.

 



Tinggalkan Balasan