Makde Rahmat Santoso Dukung PHDI Kabupaten Blitar Bangun Krematorium

Filesatu.co.id, Blitar | Kabupaten Blitar akan segera memiliki fasilitas Krematorium yaitu fasilitas untuk mengkremasi atau pengabuan (pembakaran) jenazah. Pembangunan Krematorium tersebut atas dukungan Wakil Bupati (Wabup) Blitar, Rahmat Santoso melalui Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Blitar.

Baca Lainnya : 

Bacaan Lainnya

Ketua DPRD Blitar Sayangkan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Tak Muncul di Ranwal RPJMD 2021 – 2026

S. Nasikhah Dilantik Sebagai Anggota DPRD Kabupaten Blitar Gantikan Alm. Endar Suparno di Sisa Masa Jabatan 2019-2024

Wabup Blitar, Rahmat Santoso, menyampaikan bahwa keluarga besarnya akan mendukung pembangunan Krematorium di Kabupaten Blitar, karena memang di Blitar belum ada fasilitas tersebut.

“Saya diberitahui keluarga besar, kalau sudah disiapkan dana untuk membangun Krematorium di Blitar,” ujar Wabup Rahmat, Minggu,(04/12/2022).

Lebih lanjut, Wabup Rahmat Santoso yang akrab disapa Makde Rahmat ini menjelaskan, rencana dari pihak kaluarga besar untuk membangun Krematorium ini baru diketahui setelah dihubungi oleh saudaranya. Tiba-tiba saya diminta membantu, pengurusan perijinan (Krematorium) dan sebagainya oleh kakak ipar saya minggu lalu, jelasnya.

Fasilitas yang dibutuhkan terutama oleh umat Hindu, Budha dan Konghucu ini belum ada di Blitar, maka Wabup Rahmat langsung berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Sudah saya koordinasikan dengan OPD terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PTS dan Bagian Hukum terkait perijinan dan lainnya,” ungkap pria yang juga Ketua Umum DPP Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) ini.

Lokasi pembangunan Krematorium, rencananya akan menggunakan tanah milik Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Blitar.

“Untuk detailnya sedang dalam pembahasan, tapi intinya kelurga besar saya siap untuk membantu biaya pembangunan Krematorium itu,” tandas Makde Rahmat .

Secara terpisah Ketua PHDI Kabupaten Blitar, Lestari ketika dihubungi mengatakan, “Rencana pembangunan Krematorium tersebut memang sudah lama diusulkan oleh PHDI, namun belum bisa terwujud. Karena masih terkendala lokasi dan biaya yang cukup besar,” ungkapnya.

Adanya kabar baik bahwa keluarga besar Wabup Rahmat Santoso akan membiayai pembangunan Krematorium ini, seperti gayung bersambut agar fasilitas tersebut segera ada di Bumi Penataran julukan Kabupaten Blitar.

“Karena selama ini untuk proses kremasi warga Blitar Raya, baik umat Hindu maupun Konghucu harus ke Kota Malang atau Batu,” keluh Lestari.

Untuk lokasi diungkapkan Lestari akan menggunakan tanah milik PHDI yang berada sekitar 1 km timur Pura Agung Praba Bhuana di Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.

“Lokasinya seluas sekitar 700 m2, itu tanah yang dibeli oleh PHDI dan sekarang dalam proses pengurusan sertifikat,” jelas Lestari.

Wabup Blitar Rahmat Santoso Secara Pribadi dan Keluarga Besarnya Akan Mewujudkan Keinginan PHDI Memiliki Fasilitas Kremasi Jenazah di Kabupaten Blitar

Mengenai desain Krematorium dan kebutuhan biaya pembangunannya, Lestari menerangkan akan mengacu pada Krematorium milik TNI AL Juanda. Dengan fasilitas 2 tungku pembakaran, mampu melakukan proses pembakaran 8 kali per tungkunya.

“Kalau estimasi biaya pembangunannya berkisar Rp 500 – 700 juta, itu hitungan kasar tergantung dari kualitas dan fasilitasnya,” tandas Lestari.

Desainnya juga dibuat lebih umum, tidak khusus untuk umat Hindu saja. Tapi bisa juga melayani umat Budha, Konghucu atau China, yang juga membutuhkan fasilitas perabuan. Seperti di Juanda itu, jadi juga melayani umum tidak hanya umat Hindu.

PHDI akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Wabup Blitar Rahmat Santoso, untuk membahas mengenai pembangunan Krematorium tersebut.

“Seluruh proses pembangun, perijinan dan terutama mengenai biaya juga pengelolaannya, akan saya bicarakan lagi dengan Pak Wabup,” pungkas Lestari.(Pram).

Tinggalkan Balasan