Filesatu.co.id, SIDOARJO | YAYASAN Jantung Indonesia (YJI) Cabang Sidoarjo terus memperkuat upaya preventif penyakit jantung di tengah masyarakat. Melalui Pelatihan Senam Jantung Sehat (SJS) ke-V, YJI mencetak instruktur baru untuk mengampanyekan gaya hidup aktif mulai dari tingkat terkecil, yakni RT dan desa.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Delta Graha, Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Selasa (05/05/2026) ini diikuti oleh 140 peserta perwakilan dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo.
Ketua YJI Sidoarjo, dr. Hj. Sriatun Subandi, membuka langsung pelatihan tersebut. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa kesehatan jantung merupakan aspek krusial dalam menjaga kualitas hidup, terutama menghadapi tantangan gaya hidup modern yang serba instan.
“Kurangnya aktivitas fisik sering kali menjadi pemicu berbagai penyakit, khususnya jantung. Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup aktif,” ujar dr. Sriatun.
Ia juga menyoroti maraknya konsumsi makanan cepat saji serta produk mengandung pengawet yang beredar luas. Menurutnya, jika pola makan ini tidak dibarengi dengan aktivitas fisik seperti senam, maka potensi kerusakan fungsi tubuh akan semakin besar.
Selain faktor nutrisi, keterbatasan gerak pada anak-anak akibat penggunaan gawai (gadget) yang berlebihan juga menjadi perhatian serius. Minimnya aktivitas fisik pada usia dini memicu risiko obesitas yang berujung pada penyakit jantung di masa depan.
“Pelatihan ini tidak hanya mempromosikan kebugaran, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pengaturan pola makan. Bahkan, kita persiapkan agar generasi mendatang terhindar dari penyakit jantung bawaan sejak dalam kandungan,” imbuhnya.
Senam jantung sehat dinilai sebagai upaya preventif yang sederhana dan inklusif bagi semua kalangan usia. Dengan rutin melakukannya, fungsi jantung akan semakin kuat dan kebugaran tubuh terjaga.
Dr. Sriatun meminta para instruktur yang telah dilatih untuk berperan aktif sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.
“Para peserta harus mampu menyosialisasikan dan menggalakkan senam jantung ini hingga ke tingkat RT dan desa. Dorong keluarga dan tetangga untuk mengadopsi gaya hidup sehat,” pintanya.
Selain fokus pada edukasi masyarakat, pelatihan ini juga berfungsi sebagai ajang seleksi. Beberapa peserta terbaik nantinya akan dipilih untuk mewakili Kabupaten Sidoarjo dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.***










