Dugaan Black Campaign dan Pupuk Bersubsidi Cakades Tegalsari No Urut 2 Salam :  Di Regulasinya Sudah Jelas

foto: Istimewa

FIlESATU.co.id, Banyuwangi | Pilkades  di Banyuwangi yang diikuti 51 desa yang tersebar di 23 kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi bakal digelar secara serentak pada Rabu (25/10/2023) besuk.

Bacaan Lainnya

Tak jarang pesta politik meski ditingkat desa terkadang nuansa politik beragam sumber yang dihembuskan dari berbagai sumber lain dengan berbagai cara.

Belum bisa diketahui arah dan tujuan pasti uraian atau ungkapan sengaja atau tidak seolah mengarah yang membuat ketersinggungan, menyudutkan bahkan ada yang secara tersembunyi melakukan Black Campaign.

Seperti yang dialami Calon kepala desa Tegalsari kecamatan Tegalsari Abdul Salam., S.Sos yang mempunyai no urut 2 dalam kontes Pilkades besuk 25 Oktober 2023 besuk.

Salam mengaku mendapati banner semacam black campaign yang seolah tertuang dalam visi misinya. Padahal sama sekali tidak pernah membuat banner apalagi memasang di tepi jalan.

“Kemarin tim kami menemukan banner yang seakan dalam program kami padahal itu bukan, justru itu seakan persoalan lama yang dikaitkan pencalonan saya,” kata Salam saat ditemui media ini di rumahnya dusun Krajan desa Tegalsari. Selasa (24/10/2023).

Bahkan, yang tak kalah anehnya lagi di salah satu pemberitaan media online dilaporkan bahwa mengenai pupuk bagi masyarakat petani tidak akan dilayani terkait dengan pupuk subsidi jika tidak memilinya.

“Kami atau siapapun dilingkup atau keluarga saya tidak pernah memiliki pemikiran yang seperti itu, karena itu sudah diatur regulasi pendistribusiannya terhadap penerima pupuk melalui RDKK,” kata Salam.

Dijelaskan Salam, sesuai regulasi Petunjuk teknis penyaluran pupuk bersubsidi sudah diatur, dan yang berhak menerima pupuk bersubsidi adalah yang sudah terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Petani yang terdaftar dalam RDKK tidak ada alasan tidak dapat pupuk, kami selaku distributor atau kios pengecer tidak ada hak untuk menolak penyaluran warga yang sudah memiliki persyaratan,” ungkap Salam.

Kemudian lanjut Salam, adanya berita yang di anggap Black Campaign tersebut juga tidak pernah ada konfirmasi pihak kami. Menurutnya berita yang dimuat kurang berimbang dan bisa diragukan kebenarannya.

“Berita itu dibaca orang dikunsumsi semua kalangan apalagi mengaitkannya dengan momen Pilkades, tadi juga sudah saya WA untuk mintai pertanggungjawab tapi belum ada balasannya,” pungkas Salam.

Tinggalkan Balasan