Dilantik dan Dikukuhkan, Pengurus ICMI Orda Jember Bertekad Wujudkan Indonesia Emas 2045

“Penggunaan tema tersebut berkaitan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Karena selama tiga kali debat kandidat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) isu Indonesia Emas 2045 tidak pernah berdengung,” kata Prof Bambang Kuswandi

Filesatu.co.id-JEMBER | ORGANISASI cendekiawan Muslim di Indonesia yang berasaskan Islam dan berlandaskan Pancasila ini lahir tahun 1990 yang didirikan Bacharuddin Jusuf Habibie, yang sekaligus menjadi ketua pertamanya.

Bacaan Lainnya

Kini ICMI juga hadir di Jember. Pengurus ICMI Orda Jember juga baru dilantik, Sabtu 13 Januari 2024 di Masjid Al-Hikmah Universitas Jember (Unej).

Prof. Bambang Kuswandi, yang merupakan salah satu dari 100 peneliti berpengaruh dunia Indonesia dari Universitas Jember (Unej) yang juga Wakil Rektor IV Universitas Jember (Unej) didapuk menjadi Ketua ICMI Orda Jember untuk tiga tahun ke depan

Dalam pelantikan tersebut juga dihadiri sejumlah rektor beberapa kampus di Jember. Mulai dari Rektor ITSM Suwignyo Widagdo, Slamin Warek 1 Unej, hingga Direktur Politeknik Negeri Jember (Polije) Saiful Anwar.

Dengan mengenakan sarung warna gelap kemeja putih dan peci hitam, pelantikan yang dilakukan langsung oleh Ketua ICMI Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Timur Dr. Ulul Albab. Mantan Rektor Unitomo Surabaya itu didampingi sekretaris ICMI Orwil Jatim  Pitono Nugroho dan pengurus ICMI Orwil Jatim lainnya.

Kepengurusan ICMI Orda Kabupaten Jember periode 2023-2026 ini didominasi akademi dari sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Jember. Antara lain Unej, UIN KHAS Jember, Polije, UM Jember, ITS Mandala Jember, Universitas Moch Soerdji dan lain-lain. Banyak praktisi seperti birokrat, pengusaha, wartawan bahkan seniman.

Dalam memimpin ICMI Orda Kabupaten Jember Prof Dr. Bambang Kuswandi , M.Sc., Ph.D  didampingi Wakil ketua  Dr. Khoiron, S.K.M., M.Sc (dosen FKM Unej), Achmad Imam Fauzi, SP., M.Si (kepala dinas perpustaan dan arsib Jember), Dr. Deasy Wulandari, SE., M.Si (dosen FEB Unej). Sekretaris Narto, S.TP.,MM, (manajer Jawa Pos Radar Ijen), wakil sekretaris Dr. Dyah Ochtorina Susanti, SH., M.Hum (dosen FH Unej), termasuk dua aktivis perempuan Liliana Kartika Sari, SE  dan Anita Fitriyawati, S.Sos., M.AP.

Bendahara Moch. Kosim, S.TP., MP (eks plt Kabag Pembangunan Jember), Dr. Dewi Rokhmah, S.KM., M.Kes (wadek III Unej ) apt. Noer Sidqi Muhammadiy, S.Farm (berdians di RS Unmuh Jember). Dengan ketua dewan pakar Dr. Aries Harianto, SH., MH., C.Med (kolumnis produktif) dan ketua dewan penasihat Dr. Moehammad Fathorrazi, SE., M.Si (eks Dekan FEB Unej kini ketua Halal Center Unej).

Pelantikan pengurus ICMI Jember tersebut, mengangkat tema membangun “Insan cendekia dalam mendukung Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut tidak lain, harapan ICMI Jember, untuk membahas Indonesia emas di debat capres cawapres.

“Penggunaan tema tersebut berkaitan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Karena selama tiga kali debat kandidat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) isu Indonesia Emas 2045 tidak pernah berdengung,” kata Prof Bambang Kuswandi.

Indonesia emas tahun 2045 itu, kurang 20 tahun lagi. Oleh karena itu, ingin bagaimana melihat cara pandang capres dan cawapres tentang mengapai Indonesia emas.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor IV Unej menambahkah, para kandidat pasangan calon presiden dan wakil presiden 2024 yang sekarang bersaing ini untuk menentukan masa depan nasional bangsa. Termasuk dalam menyongsong Indonesia emas pada tahun 2045.

“Karena Indonesia Emas 2045, tinggal empat periode masa bakti kepala negara. Kalau masa bakti presidennya maksimal dua periode.” Katanya.

Bambang menilai, Cita-cita Indonesia Emas 2045 akan terwujud , bila para pemilih bisa berfikir rasional dalam menentukan pilihan Capres-Cawapres di Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari 2024 mendatang.

Sementara Ketua ICMI Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Timur Ulul Albab menambahkan, secara kelembagaan, ICMI adalah wadah intelektual muslim, bahkan kandidat capres dan cawapres juga masuk dalam ICMI pusat.

“Secara kelembagaan, tidak condong pada satu diantara pasangan calon presiden ataupun wakil presiden. Jadi ICMI ingin membangun keseimbangan, kalau ada kandidat Capres atau Cawapres yang kebablasan, ICMI akan menegur secara tidak langsung. Kami menjelaskan ke masyarakat bahwa ICMI tidak tinggal diam,” terangnya.

Tinggalkan Balasan