Filesatu.co.id, Surabaya | Rangkaian Temu Ilmiah Nasional (TIN) II Persagi 2026 menghadirkan inovasi baru melalui Nutrition Tourism Program (NTP), sebuah konsep yang memadukan edukasi gizi dengan wisata berbasis lingkungan, budaya, dan potensi pangan lokal. Program yang digelar pada Minggu (5/7/2026) ini menjadi salah satu agenda paling diminati peserta.
Sebanyak sekitar 120 peserta memilih mengunjungi Kebun Raya Mangrove Surabaya, salah satu kawasan konservasi mangrove terbesar di Indonesia. Dengan menggunakan empat bus secara bertahap, rombongan berangkat menuju kawasan Surabaya Timur untuk mengikuti wisata edukatif yang mengangkat pentingnya pelestarian lingkungan bagi kesehatan dan ketahanan pangan.
Setibanya di lokasi, peserta disambut suasana hijau nan asri dan mengawali kegiatan dengan foto bersama di gerbang utama Kebun Raya Mangrove sebagai simbol dimulainya Nutrition Tourism Program.
Peserta kemudian diajak mengunjungi area UMKM Kebun Raya Mangrove. Di lokasi ini, mereka melihat berbagai produk hasil kreativitas masyarakat berbasis mangrove, mulai dari sirup mangrove, keripik mangrove, batik mangrove, udeng bermotif mangrove, hingga beragam produk khas Surabaya seperti sepatu lokal dan kerajinan tangan.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa upaya konservasi lingkungan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro berbasis potensi lokal.
Belajar Konservasi dari Alam
Selain menikmati keindahan alam, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai sejarah berdirinya Kebun Raya Mangrove, fungsi ekologis kawasan mangrove, keanekaragaman hayati, hingga perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir Surabaya.
Materi edukasi tersebut memberikan pemahaman bahwa kawasan mangrove bukan sekadar destinasi wisata, melainkan laboratorium alam yang memiliki fungsi strategis dalam mitigasi perubahan iklim, perlindungan garis pantai, serta pelestarian habitat berbagai flora dan fauna.
Suasana semakin menarik saat peserta melakukan walking tour menyusuri jalur jogging track di tengah rimbunnya hutan mangrove. Sepanjang perjalanan, mereka menikmati udara segar sambil mengamati berbagai jenis burung dan satwa yang hidup di habitat alaminya.
Salah satu lokasi favorit adalah Super Big Aviary, kawasan konservasi burung berukuran besar yang menjadi rumah bagi berbagai spesies unggas. Kehadiran fasilitas tersebut semakin memperkaya pengalaman wisata edukasi yang memadukan konservasi flora dan fauna dalam satu kawasan.
Panorama Menara Marina Mangrove
Perjalanan dilanjutkan menuju Menara Marina Mangrove, tempat peserta menikmati panorama hamparan hutan mangrove dari ketinggian. Dari menara ini terlihat bentangan vegetasi hijau yang berpadu dengan kawasan perairan pesisir Surabaya.
Peserta juga melintasi jembatan asimetris yang menjadi ikon Kebun Raya Mangrove. Jembatan tersebut menghubungkan dua kawasan yang dipisahkan danau dan berada di dua wilayah kecamatan berbeda. Selain berfungsi sebagai akses penghubung, jembatan ini menjadi spot favorit peserta untuk mengabadikan momen.
Menguatkan Pesan Gizi Lewat Wisata Edukasi
Nutrition Tourism Program membuktikan bahwa promosi gizi dan kesehatan dapat dikemas secara inovatif melalui pendekatan wisata edukasi. Program ini tidak hanya memperkenalkan keindahan destinasi wisata Surabaya, tetapi juga menanamkan pemahaman mengenai keterkaitan erat antara lingkungan yang lestari, pangan lokal, pemberdayaan masyarakat, dan kesehatan.
Ketua umum DPP Persagi Ir Doddy Izwardy, M.A., Ph.D menyampaikan bahwa melalui pengalaman langsung terjun di Kebun Raya Mangrove ini peserta memperoleh wawasan bahwa keberlanjutan ekosistem memiliki kontribusi besar terhadap ketahanan pangan, kualitas lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat.
“Semangat tersebut sejalan dengan tujuan penyelenggaraan TIN II Persagi 2026, yakni mengintegrasikan ilmu pengetahuan, praktik profesional, dan pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung pembangunan gizi yang berkelanjutan,”ungkap Doddy pada media ini.
Sebagai bentuk apresiasi, lanjut Doddy, Persagi memberikan kenangan menyerahkan plakat penghargaan kepada pengelola Kebun Raya Mangrove Surabaya atas dukungannya dalam penyelenggaraan Nutrition Tourism Program.
”Melihat antusiasme peserta yang tinggi, program ini diharapkan menjadi agenda unggulan pada penyelenggaraan TIN Persagi di masa mendatang, sekaligus menjadi media pembelajaran yang mampu memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan lingkungan Indonesia kepada peserta dari berbagai daerah,”pungkasnya.










