Filesatu.co.id,BATURAJA | Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui peneliti arkeologi dan epigrafi Dr. Wahyu Rizky Andhifani mengungkap temuan batu yang diduga sebagai prasasti kuno di wilayah Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Temuan ini diyakini memiliki keterkaitan dengan peradaban Hindu-Buddha yang pernah berkembang di wilayah Sumatera bagian selatan.
Batu yang ditemukan warga tersebut disebut memiliki ciri menyerupai prasasti kuno, baik dari bentuk permukaan maupun pola pahatan yang tampak pada bagian tertentu. Temuan itu kini menjadi perhatian peneliti sejarah dan arkeologi karena berpotensi membuka fakta baru mengenai jalur penyebaran budaya dan agama Hindu-Buddha di pedalaman Sumatera Selatan.
Dr. Wahyu Rizky Andhifani menjelaskan bahwa penelitian awal masih terus dilakukan guna memastikan usia, jenis aksara, serta kandungan historis pada batu tersebut. Jika terbukti sebagai prasasti autentik, artefak ini dapat menjadi salah satu bukti penting keberadaan aktivitas masyarakat kuno di kawasan hulu Sungai Ogan.
“Kawasan pedalaman Sumatera Selatan selama ini memang menyimpan banyak potensi tinggalan sejarah yang belum terungkap sepenuhnya. Penemuan seperti ini sangat penting untuk merekonstruksi sejarah lokal,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, Dr. Wahyu turut didampingi Ketua Komunitas Pohon Indonesia Kabupaten OKU Tomi . Kehadiran komunitas lokal dinilai berperan besar dalam membantu pelestarian situs sejarah dan pelaporan temuan budaya di daerah.
Jejak Hindu-Buddha di Sumatera Selatan
Secara historis, wilayah Sumatera Selatan dikenal sebagai salah satu pusat penting peradaban Melayu kuno dan memiliki hubungan erat dengan Kejayaan Sriwijaya yang berkembang sejak abad ke-7 Masehi. Pengaruh kerajaan tersebut tidak hanya terpusat di Palembang, tetapi juga menyebar hingga daerah aliran sungai dan pedalaman.
Banyak prasasti penting peninggalan masa Sriwijaya ditemukan di Sumatera Selatan, seperti Prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Talang Tuo, dan Prasasti Kota Kapur. Sebagian besar prasasti tersebut menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Melayu Kuno yang dipengaruhi budaya India.
Penemuan di Lengkiti menjadi menarik karena wilayah OKU berada di jalur strategis penghubung antara pedalaman Sumatera dengan kawasan pesisir timur. Para ahli menduga jalur sungai pada masa lampau menjadi media utama perdagangan, penyebaran agama, dan pertukaran budaya.
Apabila penelitian lanjutan membuktikan batu tersebut benar merupakan prasasti kuno, maka temuan ini berpotensi memperkuat dugaan bahwa wilayah pedalaman OKU pernah menjadi bagian dari jaringan peradaban besar di masa Hindu-Buddha.
Saat ini, masyarakat diimbau untuk menjaga lokasi penemuan dan tidak merusak maupun memindahkan artefak hingga proses penelitian selesai dilakukan oleh tim ahli. ***










