Filesatu.co.id, KARAWANG | ANGGOTA DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Sri Rahayu, terus memperkuat fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah. Fokus utama pengawasan kali ini tertuju pada peningkatan layanan kesehatan dasar, khususnya kesehatan ibu hamil, balita, serta upaya pencegahan stunting dan kanker serviks untuk tahun anggaran 2025–2026.
Kegiatan pengawasan tersebut berlangsung pada Sabtu (14/02/2026) bertempat di Aula Kantor Desa Lemah Mulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang. Forum ini menghadirkan Bidan Puskesmas, Ida Farida Haryani, sebagai narasumber, serta dihadiri oleh perangkat desa, kader posyandu, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
Memastikan Layanan Publik Tepat Sasaran
Dalam pemaparannya, Sri Rahayu menegaskan bahwa pengawasan DPRD Jabar bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan langkah nyata untuk memastikan layanan publik dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Isu kesehatan ibu dan anak tetap menjadi prioritas di Jawa Barat. Kami mendorong kolaborasi lintas sektor agar target penurunan angka kematian ibu dan prevalensi stunting dapat tercapai secara signifikan pada 2026,” ujar Sri Rahayu.
Beberapa poin krusial yang disoroti meliputi:
- Pelatihan kesehatan bagi ibu hamil.
- Penyediaan ambulans desa untuk mobilitas darurat.
- Kampanye gizi seimbang guna menekan angka stunting.
- Transparansi APBD 2026 agar alokasi sektor kesehatan tepat sasaran dan akuntabel.
Edukasi Pencegahan Kanker Serviks
Selain isu stunting, forum ini juga mendalami pencegahan kanker serviks. Bidan Ida Farida Haryani menjelaskan bahwa kanker ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus HPV (Human Papillomavirus).
“Kanker serviks dapat dicegah dan disembuhkan jika terdeteksi sejak dini. Kami aktif melakukan sosialisasi kepada Wanita Usia Subur (WUS) mengenai faktor risiko dan pentingnya langkah preventif,” jelas Ida.
Strategi Pencegahan yang Ditekankan:
- Pencegahan Primer: Vaksinasi HPV sejak dini (sebelum aktif secara seksual) dan pola hidup sehat.
- Deteksi Dini: Mendorong perempuan usia 30–69 tahun untuk rutin melakukan pemeriksaan IVA Test atau HPV DNA.
- Akses Layanan: Pemeriksaan IVA kini telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan di Puskesmas, sehingga masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan biaya.
Inovasi Layanan di Tingkat Desa
Puskesmas kini juga mulai mengenalkan metode self-sampling untuk pemeriksaan HPV DNA guna memudahkan akses skrining. Selain itu, program tematik seperti “Rabu Cegah Kanker Serviks dan Payudara” terus digencarkan untuk menjangkau ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil di desa-desa.
Di akhir kegiatan, Sri Rahayu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal efektivitas program kesehatan di Jawa Barat. Sinergi antara legislatif, eksekutif, dan tenaga kesehatan menjadi kunci utama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Karawang. ***





