Filesatu.co.id, SIDOARJO | HARI pertama Puasa Ramadhan 1446 Hijriah sejumlah lapak takjil di jalam raya suko Kecamatan Sukodono , kab, Sidoarjo, setiap tahun selalu ramai semua orang hilir mudik mencari takjil untuk hidangan menjelang berbuka puasa rohmadon hari pertama.
Sejak pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB, warga sudah mulai berbondong-bondong berdatangan ke sejumlah lapak takjil, salah satunya di kawasan di sepanjang Jalan Raya Suko.
“Memang puncak ramainya itu jam 15.00 WIB, namun sampai menjelang berbuka juga suasananya masih sangat ramai,” kata salah seorang pedagang takjil disekitar lokasi tersebut, Ilham, dijalanRaya suko, Saptu.1/3/2025
Selama 4 tahun berjualan takjil, ilham mengungkapkan, per hari bisa memperoleh hasil sebanyak Rp1 juta apabila terjual habis. Namun kalau tidak terjual habis, ia bisa mendapatkan Rp.700 ribu dalam sehari.
Meskipun begitu, Ilham ternyata bisa menjual takjil milik nya , lumayan bisa mengambil dengan keuntungan sebesar Rp1.000 dari hasil penjualan Rp 5.000 per kantong plastik
“Kalau pembeli hanya membeli dengan harga lima ribu, saya ambil keuntungan sebanyak seribu. Jadi sebelumnya seperti tahun – tahun kemarin biasanya saya per hari hanya dapat Rp 300 ribu saja,” ujar ilham
Ilham mengaku, pekerjaannya sebelumnya sebagai menjual buah – buahan, dan ini hanya berjualan pada bulan puasa Ramadhan. Menurutnya, bulan Ramadhan adalah bulan berkah yang diperolehnya
Ya Alhamdulillah, ada berkah di setiap Ramadhan. Pasti saja ada yang beli takjil kami. Dan selama sebulan, saya bisa mendapatkan rata-rata sekitar Rp 4 juta,” katanya.
Berdasarkan pantauan, jualan ilham lumayan ramai sama jualan pedagang yang lain. Bahkan tidak hanya warga Muslim yang membelinya, tetapi warga non-Muslim yang lewat pun turut singgah dan membeli takjilnya.
Sementara itu,menurut salah seorang warga, yang tidak mau di sebut namanya mengatakan, memburu takjil di puasa hari pertama adalah yang ditunggu-tunggunya, karena ada menu favoritnya yang hanya dijual di saat bulan Ramadhan.
“Senang saja berburu takjil ramai-ramai bersama warga yang lainnya. Rasanya beda aja kalau belanja di hari Ramadhan, dan bukan,” kata seorang yg tidak mau disebut namanya .
Selain itu, beliau melanjutkan, berburu takjil juga agar dirinya tidak lagi repot setelah sampai di rumah nanti.
“Saya kan juga kerja. Supaya jangan repot lagi, ya langsung beli saja,” ucapnya.
Senada dengan sama- sama orang seperti yg tidak mau di sebutkan namanya , turut mengatakan, setiap Ramadhan, selalu saja mencari makanan takjil yang dijual pedagang.
“Karena waktu berbuka, anak-anak langsung makan nasi dan minum yang segar-segar dingin. Makanya saya tidak lagi repot. Kue ini saya beli satu dua macam untuk saya dan suami,” ujarnya.
Diketahui, didusun jalan raya suko kec,sukodono ini, merupakan titik lokasi paling ramai tempat para penjualan takjil. Di sepanjang jalan raya suko legok Kecam,Sukodono -Sidoarjo yang paling ramai biasanya terlihat. ***




