Filesatu.co.id, Lumajang | Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan komitmen menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan daerah melalui pendekatan kolaboratif. Langkah ini melibatkan pelaku usaha, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyebut kinerja pariwisata Lumajang pada awal 2026 menunjukkan tren positif dengan capaian signifikan.
“Data Dinas Pariwisata mencatat Lumajang menempati peringkat pertama sebagai tujuan wisatawan mancanegara di Jawa Timur, mengungguli Surabaya, Malang, Banyuwangi, dan Bondowoso,” ujar Bupati yang akrab disapa Bunda Indah di Lumajang, Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa arah pengembangan pariwisata Lumajang mulai menunjukkan hasil terukur.
“Capaian ini kami maknai sebagai bukti bahwa strategi yang dijalankan sudah on the track,” tegasnya.
Bunda Indah menegaskan pariwisata kini bukan lagi sektor pelengkap, melainkan salah satu penggerak utama ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
“Pariwisata tidak berdiri sendiri. Ia terhubung langsung dengan ekonomi masyarakat, terutama sektor UMKM dan layanan lokal,” tambahnya.
Destinasi Unggulan dan Capaian Kunjungan.
Penguatan posisi Lumajang ditopang performa sejumlah objek wisata. Air Terjun Tumpak Sewu di kawasan Gunung Semeru menjadi destinasi dengan kunjungan wisman tertinggi di Jawa Timur. Sementara Teras Semeru turut memperkuat citra Lumajang sebagai tujuan wisata alam berkelas dunia.
Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang mencatat total kunjungan wisatawan Triwulan I 2026 mencapai 476.062 orang, melampaui target 450.000 kunjungan. Rinciannya, wisatawan nusantara mendominasi dengan 460.036 kunjungan, sedangkan wisman tercatat 16.026 kunjungan.
Dominasi wisnus menunjukkan kuatnya pasar domestik, sementara pertumbuhan wisman menjadi sinyal positif penetrasi pasar global.
Distribusi bulanan juga meningkat: Januari 132.244 kunjungan, Februari 60.992 kunjungan, dan melonjak pada Maret menjadi 282.826 kunjungan.
Distribusi Destinasi
Dari sisi sebaran, Pantai Watu Pecak mencatat kunjungan tertinggi dengan 103.075 wisatawan, disusul Tumpak Selo 95.305 kunjungan. Pemandian Alam Selokambang dan Tirtosari masing-masing mencatat 45.871 dan 38.484 kunjungan.
Meski total kunjungan Air Terjun Tumpak Sewu 25.821, destinasi ini menjadi kontributor utama wisman dengan 15.908 kunjungan internasional.
Pemkab menilai masih ada ruang penguatan, terutama pemerataan pengembangan destinasi. Beberapa lokasi seperti Ranu Pani dan Ranu Regulo belum beroperasi optimal.
Dampak ke Masyarakat.
Dampak peningkatan kunjungan mulai dirasakan masyarakat. Dedi, pemandu wisata lokal, mengaku aktivitasnya meningkat seiring kedatangan wisatawan, khususnya mancanegara.
“Dulu tamu asing belum tentu ada setiap hari. Sekarang mulai rutin datang, terutama ke Tumpak Sewu. Kami terus belajar meningkatkan pelayanan,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan Irma, pelaku UMKM lokal. “Kalau wisatawan ramai, dagangan ikut bergerak. Tidak selalu besar, tapi terasa membantu ekonomi keluarga,” katanya.
Tantangan: Kualitas dan Keberlanjutan.
Ke depan, tantangan yang dihadapi meliputi peningkatan kualitas destinasi, pemerataan distribusi wisatawan, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Keberlanjutan menjadi kunci. Pertumbuhan harus berjalan seimbang dengan pelestarian,” kata Bunda Indah.
Dengan capaian dan data yang ada, Lumajang dinilai tidak hanya mengalami pertumbuhan, tetapi juga mulai membangun fondasi pariwisata yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.










