Kesenjangan Antara Target Prestasi dan Dukungan Pembinaan POPKAB Lumajang 2026

Penulis: adi
Editor: S.Pono Eno

Filesatu.co.id Lumajang | Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten Lumajang 2026 hanya mempertandingkan 6 cabang olahraga. Padahal ajang ini berfungsi sebagai seleksi atlet menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah Jawa Timur di Ngawi yang mempertandingkan 12 cabor. Pemangkasan jumlah cabor diduga kuat akibat minimnya anggaran.

Bacaan Lainnya

POPKAB Lumajang berlangsung 22–23 Juni 2026 di bawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lumajang. Cabor yang digelar hanya Karate, Taekwondo, Panahan, Renang, dan Atletik.

Kepala Dispora Lumajang Zainur Rofiq membenarkan pengurangan cabor karena keterbatasan dana. Anggaran yang tersedia untuk POPKAB tahun ini hanya Rp89 juta.

“Saat ini ada 6 cabor, Karate, Taekwondo, Panahan, Renang dan Atletik, karena keterbatasan anggaran yang hanya 89 juta kita tidak menyelenggarakan semua cabor yang di ikutkan di POPDA, dimana ada 12 cabor yang akan dipertandingkan di POPDA,” ujar Zainur Rofiq, Rabu (24/62026).

Dengan jumlah anggaran itu, pembinaan atlet pada cabor lain terpaksa dikesampingkan. Padahal POPKAB menjadi tolok ukur awal untuk memetakan potensi medali Lumajang di POPDA November 2026.

“Kalau pengiriman ke POPDA kita sudah siap, nanti proyeksinya kita petakan dulu potensi cabor yang perolehan medalinya kuat atau potensinya besar,” tambahnya.

Pembinaan vs Realitas Anggaran

Zainur menjelaskan tujuan utama POPKAB adalah pembinaan atlet berprestasi dan seleksi POPDA. Namun untuk reward atlet berprestasi di POPKAB, Dispora tidak menyediakan uang pembinaan. Penghargaan hanya berupa medali dan piagam.

“Soal reward bagi atlet berprestasi dalam POPKAB ini kita tidak menyediakan dalam bentuk uang, persiapannya nanti kita ikutkan di POPDA, rewardnya saat ini hanya medali sama piagam,” paparnya.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang keseriusan pembinaan olahraga pelajar. Target Dispora cukup ambisius, yaitu masuk 10 besar POPDA Jatim. Pada POPDA sebelumnya Lumajang berada di peringkat 17.

“Jadi dalam rangka POPDA 2026 kami berharap semua atlet mempersiapkan diri mulai sekarang, kita ditargetkan memperoleh 10 besar ini tantangan karena di POPDA sebelumnya kita diperingkat 17, semoga target 10 besar tercapai dengan dukungan semua atlet, pelatih maupun cabor,” pungkas Zainur.

Pemangkasan cabor karena anggaran Rp89 juta menunjukkan kesenjangan antara target prestasi dan dukungan pembinaan di daerah. Tanpa alokasi yang memadai, upaya mendongkrak peringkat Lumajang berisiko terhambat sejak tahap seleksi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *