Filesatu.co.id, MADIUN | Peran PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun rupanya tidak berhenti pada tugas mengantarkan penumpang dan barang hingga tujuan. Di balik lalu lintas kereta yang terus bergerak, perusahaan pelat merah itu juga menanamkan budaya keselamatan kepada generasi muda melalui kegiatan sosialisasi keamanan dan keselamatan perkeretaapian.
Jumat (19/6/2026), KAI Daop 7 Madiun menggelar edukasi di SDN Bancong, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, serta SMPN 2 Papar, Kabupaten Kediri. Kegiatan tersebut melibatkan 566 peserta yang terdiri dari siswa dan para guru.
Tim Pengamanan (PAM) KAI Daop 7 turut memperkenalkan profesi Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) sekaligus memberikan pemahaman mengenai bahaya bermain di sekitar jalur rel, pentingnya mematuhi rambu-rambu, serta kedisiplinan ketika melintasi perlintasan sebidang.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan bahwa edukasi tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menekan angka kecelakaan sekaligus meminimalkan gangguan perjalanan kereta api.
“Kami terus mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar membangun kesadaran sejak dini terkait bahaya bermain di sekitaran jalur kereta api. Jalur KA bukanlah area untuk beraktivitas selain kepentingan operasional. Disiplin dalam berlalu lintas di perlintasan sebidang juga menjadi kunci utama keselamatan bersama,” ujar Tohari.
Dalam kesempatan tersebut, para guru juga diajak untuk terus mengingatkan siswa agar tidak bermain atau beraktivitas di sekitar rel serta segera melaporkan apabila ditemukan potensi gangguan pada jalur kereta api.
Tohari menambahkan, keberadaan palang pintu perlintasan bukanlah alat pengaman utama, melainkan hanya alat bantu. Karena itu, pengguna jalan tetap wajib mematuhi rambu-rambu dan memastikan kondisi aman sebelum melintas.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pihak sekolah, untuk bersama-sama ikut menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api. Kepatuhan terhadap aturan adalah bentuk nyata kontribusi dalam menciptakan transportasi yang aman dan andal,” tutup Tohari.
Langkah KAI Daop 7 ini menjadi pengingat bahwa keselamatan perjalanan kereta api bukan semata tanggung jawab petugas di lapangan. Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, menanamkan kesadaran sejak bangku sekolah menjadi investasi jangka panjang agar rel kereta tidak hanya menjadi jalur transportasi, tetapi juga ruang yang dihormati bersama.
Melalui edukasi yang dilakukan secara berkala, KAI Daop 7 Madiun berupaya membangun budaya keselamatan yang tumbuh dari ruang kelas, lalu menjalar ke lingkungan sekitar. Sebab, perjalanan kereta yang selamat tidak hanya lahir dari teknologi dan infrastruktur, tetapi juga dari kepedulian masyarakat yang memahami bahwa satu sikap disiplin dapat menyelamatkan banyak nyawa.(hms/an)










