Tak Menunggu Insiden, KAI Daop 7 Madiun Bergerak Perkuat Budaya Keselamatan

Filesatu.co.id, MADIUN | PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan transportasi kereta api yang aman, selamat, nyaman, dan tepat waktu. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Tilik Lintas yang dipimpin Deputy Daop 7 Madiun, Alam Prasetyo, bersama Manager Operasi serta Manager Jalan Rel dan Jembatan (JJ), dengan meninjau lintas Stasiun Blitar hingga Stasiun Talun.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran manajemen melakukan pengawasan langsung terhadap berbagai aspek operasional, mulai dari kondisi jalur rel, sistem persinyalan, fasilitas stasiun, perlintasan sebidang, hingga administrasi perjalanan kereta api (Perka). Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana berada dalam kondisi andal serta mendukung keselamatan perjalanan kereta api.

Bacaan Lainnya

Di sela pemeriksaan, Alam Prasetyo mengingatkan seluruh petugas agar selalu mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi dan menjalankan setiap tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Implementasi budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) harus terus dijalankan agar kebersihan lingkungan kerja tetap terjaga. Selain itu, pastikan perawatan sarana, prasarana, dan alat kerja dilakukan secara berkala,” tegas Alam Prasetyo.

Rangkaian Tilik Lintas ditutup dengan peninjauan progres pembangunan gardu JPL 172 di Km 112+3/4, petak jalan antara Stasiun Talun dan Garum. Gardu tersebut merupakan bagian dari program pembangunan 13 gardu perlintasan sebidang (JPL) baru di wilayah Daop 7 Madiun yang ditujukan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus keselamatan pengguna jalan.

Pembangunan gardu JPL dilakukan di sejumlah titik strategis di lintas Bagor–Kertosono, meliputi wilayah Minggiran, Papar, Purwoasri, Talun, Garum, Blitar, Rejotangan, Ngunut, Sumbergempol, hingga Tulungagung. Program ini menjadi salah satu upaya perusahaan dalam memperkuat pengamanan di perlintasan sebidang yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa kegiatan Tilik Lintas merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan seluruh aspek operasional berjalan sesuai standar keselamatan.

“Kegiatan Tilik Lintas ini merupakan bentuk komitmen nyata jajaran manajemen KAI Daop 7 Madiun dalam memastikan seluruh aspek operasional, mulai dari kelaikan infrastruktur jalur rel, fasilitas stasiun, hingga sistem persinyalan, berada dalam kondisi yang handal dan aman. Selain itu, peninjauan progres pembangunan gardu JPL di 13 titik strategis wilayah Daop 7—termasuk JPL 172 antara Talun–Garum—menunjukkan keseriusan kami dalam meningkatkan keselamatan, baik bagi perjalanan kereta api maupun para pengguna jalan raya. Melalui pengawasan ketat dan kepatuhan terhadap SOP ini, kami ingin memastikan budaya keselamatan (safety culture) terus terjaga demi mewujudkan perjalanan KA yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan,” tutup Tohari.(hms/an)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *