DPRD Boyolali Nyatakan Dukung Penuh HKPS 2026 dan Munas SWI

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Ketua Panitia, Prof. Supiyat Nasir saat audiensi dengan Ketua DPRD Boyolali
Ketua Panitia, Prof. Supiyat Nasir saat audiensi dengan Ketua DPRD Boyolali

Filesatu.co.id,  BOYOLALI | KETUA  DPRD Boyolali, Susetya Kusuma DH, S.H., menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 serta Musyawarah Nasional Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di wilayahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima audiensi panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali. Dalam pertemuan hangat tersebut, Susetya menyambut baik penunjukan Boyolali sebagai tuan rumah agenda nasional tersebut dan menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk menyukseskan acara.

Bacaan Lainnya

Guna mematangkan persiapan, Ketua DPRD menyatakan akan segera menjalin komunikasi intensif dengan eksekutif.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan Bupati Boyolali guna memastikan seluruh persiapan berjalan optimal, baik dari sisi fasilitas, dukungan kelembagaan, maupun sinergi lintas sektor,” tegas Susetya.

Ketua Panitia, Prof. Supiyat Nasir, menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan positif dari jajaran DPRD. Menurutnya, dukungan dari pucuk pimpinan legislatif ini menjadi suntikan semangat bagi panitia dalam menggarap kegiatan berskala nasional tersebut.

“Terima kasih atas dukungan dari DPRD Boyolali. Ini menjadi dorongan moral dan energi besar bagi kami untuk melaksanakan acara dengan sebaik-baiknya,” ujar Prof. Supiyat.

Penyelenggaraan HKPS 2026 dan Munas SWI diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan profesionalisme insan pers di Indonesia. Selain itu, agenda ini bertujuan memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya kebebasan pers serta keterbukaan informasi publik.

Di sisi lain, bagi Kabupaten Boyolali, kegiatan ini menjadi peluang emas untuk mempromosikan potensi daerah di level nasional. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat branding daerah sebagai “Boyolali Kota Kopi” yang saat ini tengah berkembang pesat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *