Filesatu.co.id, SIDOARJO | WAKIL Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, melakukan kunjungan kasih ke UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Sidoarjo pada Kamis (9/4). Kunjungan ini dilakukan secara khusus untuk melepas kerinduan terhadap puluhan balita yang diasuh di panti tersebut.
Begitu turun dari kendaraan, Hj. Mimik Idayana langsung mengungkapkan rasa rindu kepada anak-anak saat menyapa Plt. Kepala UPT PPSAB Sidoarjo, Sri Mariyani, yang menyambut kedatangannya pagi tadi. Didampingi pihak pengelola, Wabup kemudian langsung menuju ruang pengasuhan.
Saat ini, UPT PPSAB milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur tersebut mengasuh sedikitnya 46 anak balita berusia 0-6 tahun. Dari jumlah tersebut, enam anak telah memiliki Calon Orang Tua Angkat (COTA). Selain itu, terdapat sekitar 14 anak penyandang disabilitas yang juga mendapatkan perawatan intensif di sana.
Tawa bahagia terpancar dari wajah Hj. Mimik Idayana saat berinteraksi langsung dengan mereka. Ia tampak menggendong dan mengajak anak-anak bermain dengan penuh kasih sayang.
“Sebenarnya niat untuk memeluk anak-anak di sini sudah ada sejak Lebaran kemarin. Namun karena kesibukan, baru hari ini alhamdulillah saya bisa melepas kangen dan menemui mereka langsung,” ungkap Hj. Mimik.
Wabup juga menyampaikan rasa syukur atas kondisi kesehatan anak-anak yang terjaga dengan baik. Ia memberikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada para pengasuh yang telah mendedikasikan waktu mereka dengan ikhlas.
“Pengasuh di sini luar biasa. Terima kasih atas kesabaran dan keuletannya. Alhamdulillah, anak-anak semua dalam kondisi sehat,” pujinya.
Plt. Kepala UPT PPSAB Sidoarjo, Sri Mariyani, menjelaskan bahwa anak-anak yang diasuh berasal dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Mayoritas merupakan kasus bayi telantar yang ditemukan warga. Bahkan, baru kemarin pihaknya menerima bayi yang baru berusia tiga hari.
“Saat ini total ada 46 anak termasuk disabilitas. Untuk pendidikan, dua anak sudah masuk TK dan enam anak bersekolah di SLB,” jelas Sri.
Terkait teknis perawatan, Pekerja Sosial UPT PPSAB Sidoarjo, Pramutiya Safitri, memaparkan bahwa jadwal pengasuhan dilakukan dalam tiga shift menyerupai sistem rumah sakit. Setiap shift dikawal oleh 5 hingga 6 orang pengasuh yang bertugas menjaga balita siang dan malam.
“Insyaallah tidak kewalahan karena dibantu juga oleh staf administrasi. Tantangan terberat biasanya saat ada anak yang harus menjalani rawat inap (opname) di RSUD, karena otomatis personel yang berjaga di panti menjadi berkurang,” pungkasnya. ***










