Gunungan Sadranan Mewarnai Tradisi Nyadran di Dukuh Duwetan, Klaten

Filesatu.co.id, Klaten, | Tradisi Sadranan atau Nyadran kembali digelar di Dukuh Duwetan, RW 1/RT 1/2, Candirejo, Ngawen, Klaten, Senin (9/2/2026). Tahun ini, kegiatan tersebut diwarnai dengan adanya gunungan yang diisi sayuran dan buah-buahan berbentuk kerucut yang diusung dan berputar keliling kampung.

Bacaan Lainnya

Ari Wibowo, Ketua RW 1 Duwetan, menjelaskan bahwa gunungan sadranan tersebut merupakan simbol keseimbangan antara manusia dengan alam. “Gunungan sadranan dibuat untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan menghubungkan manusia dengan Tuhan.

“Filosofinya mengajarkan kita tentang pentingnya keseimbangan, kesadaran spiritual, dan hubungan dengan Tuhan,” ujarnya.

Kegiatan Sadranan sendiri merupakan akulturasi budaya Islam dan Jawa yang bertujuan mendoakan arwah, bersyukur, dan mempererat silaturahmi.

“Kegiatan positif seperti ini harus didukung dan dilestarikan sebagai wadah silaturahmi dan ukuwah islamiyah,” tambah Kepala Desa Candirejo, Farah Dedi.

Dalam acara tersebut, masyarakat Duwetan sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan, anggota DPRD dari Fraksi PKB, Muh Anwar, turut hadir memeriahkan acara tersebut.

“Saya sangat bangga melihat lingkungan masyarakat masih punya hasrat untuk menghidupkan dan menjaga budaya leluhur,” ungkap Muh Anwar, menambahkan pada media ini.

Diketahui, kegiatan Sadranan di Dukuh Duwetan tersebut diakhiri dengan kenduri dan makan bersama, sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan masyarakat.

Tinggalkan Balasan