Disnakertrans Kabupaten Blitar  Dapat Jatah 8 Pelatihan Kerja Serap Anggaran DBHCHT 2025

Ket foto:Latif Usman Kepala Bidang (Kabid ) Pelatihan Kerja, Produktivitas Tenaga Kerja, dan Transmigrasi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Blitar. Senin (14/7/2025).

Filesatu.co.id, Blitar | Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai pelatihan berbasis kompetensi.

il SeniDisnakertrans Kabupaten Blitar kembali menggelar program pelatihan kerja tahun ini. Tidak tanggung-tanggung Rp 1,5 miliar (M) digelontorkan untuk membiayai pelatihan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Bacaan Lainnya

Program ini disambut antusias masyarakat. Selama masa pendaftaran berlangsung 10 hari. Tercatat 926 orang telah mendaftar untuk mengikuti pelatihan tahap pertama.

Kabid Pelatihan Kerja, Produktivitas Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Latprotrans) Disnaker Kabupaten Blitar, Latip Usman menyebutkan, untuk batch pertama ini dibuka empat jenis kompetensi, yakni barista, digital marketing, make up artist (MUA), dan teknisi peralatan rumah tangga.

“Dari empat skema ini, jumlah pendaftar terbanyak berasal dari bidang digital marketing dengan 383 pendaftar,” ujar Latip. Senin (14/07/2025).

Untuk tahap awal, pelatihan barista akan menjadi yang pertama dilaksanakan dengan jumlah peserta 20 orang, bertempat di Kecamatan Gandusari. Namun untuk total kuota keseluruhan peserta dari program pelatihan kerja selama setahun ini ada 155 orang.

Melihat antusias tinggi pada pelatihan kerja pertama ini, terutama pada digital marketing. Disnakertrans berencana membuka dua kelas untuk bidang itu dengan masing-masing 25 peserta. Nantinya pelatihan kedua, akan dilaksanakan tidak lama dari pelatihan ini.

“Anggaran pelatihan tahun ini naik dibanding tahun sebelumnya, dari Rp 600 juta ke Rp 1 M, dan sekarang menjadi Rp 1,5 M. Kenaikan ini mengikuti kebutuhan pelatihan dan sertifikasi yang makin kompleks dan spesifik,” jelasnya.

Selain pelatihan dari anggaran DBHCHT, disnaker juga menerima program pelatihan aspirasi masyarakat dari jalur musrenbang dan anggota DPRD. Namun jumlahnya tahun ini masih dalam proses konfirmasi.

Latip juga menekankan bahwa, seleksi dilakukan ketat mengingat keterbatasan kuota dan anggaran. Peserta terpilih diharapkan memiliki komitmen penuh untuk mengikuti seluruh rangkaian program hingga selesai.

Apalagi fasilitas yang disediakan lengkap. Peserta akan mendapatkan alat tulis, bahan praktik, seragam, konsumsi, transportasi selama pelatihan, serta pembiayaan sertifikasi kompetensi BNSP. Usai pelatihan, peserta juga akan ditempatkan magang di usaha-usaha yang relevan, dengan dukungan transportasi dari Disnakertrans.

Program ini menjadi salah satu upaya Pemkab Blitar dalam menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal. Kami ingin pelatihan ini bukan sekadar teori, tapi benar-benar berdampak. Setelah selesai pelatihan, peserta bisa langsung terjun ke dunia kerja atau buka usaha sendiri

Pemerintah Kabupaten Blitar memandang bahwa sektor industri kreatif, termasuk kecantikan, memiliki prospek cerah di tengah proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,5 persen pada tahun 2025.

“Kami optimistis, program seperti ini akan mencetak SDM unggul dari Kabupaten Blitar yang bisa bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional,” pungkas Latif Usman.(Pram/Adv-Kmf).jry

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *