Filsatu.co.id Lumajang | Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan pentingnya menjaga akhlak dan keamanan dunia pendidikan menyusul viralnya kasus dugaan pencabulan oleh oknum guru terhadap muridnya. Ia meminta seluruh guru agama Islam dan pendidik di Lumajang ikut mengawasi serta menjaga nama baik pendidikan.
“Saya selalu percaya masa depan Lumajang tidak hanya dibangun dari jalan yang bagus atau gedung yang tinggi. Tapi dibangun dari karakter anak-anak yang hari ini sedang duduk di bangku sekolah,” ujar Bunda Indah, sapaan akrabnya. Pada awak media Jumat (22/5/2026).
Dalam pernyataannya, ia menitipkan pesan kepada guru agama Islam agar bersama-sama menjaga akhlak dan membentuk kepribadian siswa. Menurutnya, pendidikan harus membentuk anak yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berhati baik, sopan, dan punya rasa hormat kepada sesama.
“Didik mereka bukan hanya menjadi pintar, tapi juga menjadi manusia yang punya hati, sopan santun, dan rasa hormat kepada sesama,” katanya.
Bupati juga mengaku marah dan sedih melihat kasus yang viral di media sosial. Meski SMA dan SMK bukan kewenangan Pemkab Lumajang, ia menyebut telah langsung menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
“Saya sampaikan dengan tegas, kalau itu berada di bawah kewenangan saya, sudah saya berhentikan saat itu juga, karena tidak ada ruang bagi orang yang merusak masa depan anak-anak di dunia pendidikan,” tegasnya.
Indah berharap sekolah di Lumajang menjadi tempat yang aman, hangat, dan penuh keteladanan. Ia ingin sekolah menjadi tempat lahirnya generasi yang kuat ilmu, kuat mental, dan baik akhlaknya.
“Anak-anak datang ke sekolah membawa mimpi. Jangan sampai pulang membawa trauma,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Lumajang terus naik, keberhasilan terbesar menurutnya adalah ketika anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan bermartabat.
“Pendidikan bukan sekadar urusan pemerintah. Pendidikan adalah urusan hati dan masa depan bangsa,” pungkasnya.










