Dari Rel ke Destinasi: KAI Daop 7 Madiun Sulap Perjalanan Menjadi Wisata, Buka Open Trip Bumi Bung Karno

Filesatu.co.id, Madiun | Di tengah padatnya lalu lintas dan mahalnya ongkos perjalanan wisata, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memilih cara berbeda untuk menggerakkan roda pariwisata Jawa Timur. Bukan dengan membangun destinasi baru, melainkan menghubungkan destinasi-destinasi unggulan melalui jalur yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat: kereta api.

Melalui program wisata tematik “Rail Tour Jawa Timur”, KAI Daop 7 Madiun kembali membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati perjalanan wisata terintegrasi dengan konsep yang memadukan transportasi, edukasi, sejarah, budaya, dan rekreasi dalam satu paket perjalanan.

Bacaan Lainnya

Program yang telah berjalan sejak Oktober 2025 tersebut merupakan hasil kolaborasi antara KAI Daop 7 Madiun dengan 12 pemerintah daerah di wilayah Madiun Raya hingga Blitar Raya, melibatkan Dinas Pariwisata serta Dinas Komunikasi dan Informatika setempat.

Di saat banyak daerah berlomba mempromosikan potensi wisatanya secara terpisah, Rail Tour justru hadir sebagai jembatan yang menghubungkan semuanya dalam satu lintasan.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman wisata yang berbeda sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.

“Program ini adalah bentuk kolaborasi lintas sektor yang sangat kami banggakan. Kami mengundang masyarakat, komunitas, hingga instansi pendidikan untuk merasakan pengalaman berwisata dengan cara yang berbeda, seru, sekaligus edukatif melalui open trip ini,” ujar Tohari, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, sinergi antara KAI dan pemerintah daerah diharapkan mampu menghadirkan kesan baru bagi masyarakat dalam menikmati waktu luang maupun momen liburan bersama keluarga.

Bukan sekadar berpindah dari satu stasiun ke stasiun lain, perjalanan tersebut juga menjadi ruang belajar bergerak yang memperkenalkan sejarah, budaya, dan potensi daerah yang dilalui rel kereta api.

“Program ini adalah bentuk kolaborasi lintas sektor yang sangat kami banggakan. Kami mengundang masyarakat, komunitas, hingga instansi pendidikan untuk merasakan pengalaman berwisata dengan cara yang berbeda, seru, sekaligus edukatif melalui open trip ini,” tegasnya.

Jelajah Blitar, Menyusuri Jejak Sang Proklamator

Sebagai agenda terbaru, KAI Daop 7 Madiun membuka Open Trip Rail Tour Blitar yang akan dilaksanakan pada Kamis, 16 Juli 2026.

Paket unggulan yang ditawarkan adalah Wisata Kota Bumi Bung Karno, mengajak peserta mengunjungi sejumlah destinasi ikonik di Blitar, mulai dari Makam Bung Karno, Pantai Tambakrejo, hingga Kampung Cokelat.

Dengan tarif mulai Rp385.000 per orang, peserta sudah mendapatkan tiket kereta api pulang-pergi menggunakan KA Gajayana dan KA Malabar, layanan pemandu wisata, transportasi lanjutan (feeder), serta tiket masuk destinasi wisata.

Keberangkatan tersedia dari sejumlah stasiun di wilayah Daop 7, yakni Stasiun Madiun, Nganjuk, Kertosono, Kediri, dan Tulungagung.

Rel Kereta Menjadi Jalur Wisata Baru

Di tengah upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata, langkah KAI Daop 7 Madiun dapat dibaca sebagai bentuk transformasi fungsi transportasi publik. Rel tidak lagi hanya menghubungkan kota dengan kota, tetapi juga menghubungkan masyarakat dengan sejarah, budaya, dan potensi ekonomi lokal.

Melalui program ini, wisatawan yang datang tidak hanya menikmati perjalanan, tetapi juga turut menggerakkan roda UMKM, pelaku wisata, dan ekonomi masyarakat di daerah tujuan.

“PT KAI Daop 7 Madiun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memanfaatkan program Rail Tour ini sebagai sarana berlibur bersama keluarga maupun rekan kerja. Dengan memilih transportasi kereta api untuk berwisata, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengalaman liburan yang aman dan bebas macet, tetapi juga turut berkontribusi dalam mendukung UMKM wisata lokal serta menciptakan ekosistem pariwisata yang ramah lingkungan,” tutur Tohari.

Di saat kemacetan kerap menjadi bagian dari cerita perjalanan wisata, KAI tampaknya ingin menawarkan narasi berbeda: bahwa petualangan bisa dimulai sejak roda kereta bergerak meninggalkan peron.(hms/an)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *