FIlESATU.co.id, Banyuwangi| Layanan Kemoterapi di RSUD Blambangan resmi beroperasi dan mulai dimanfaatkan pasien sejak dibuka pada 25 Mei 2026. Hadirnya layanan ini jadi langkah nyata Pemkab Banyuwangi meningkatkan akses kesehatan warga.
“Ini komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Kami pastikan setiap pasien kemoterapi mendapat penanganan medis terbaik, kenyamanan selama terapi, dan didampingi tenaga medis profesional,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Senin (8/6/2026).
Fasilitas lengkap, layani umum & BPJS
Seluruh sarana prasarana kemoterapi di RSUD Blambangan sudah terpenuhi. Tersedia Ruang Handling Sitotoksik ber-BioSafety Cabinet BSC sesuai standar keamanan untuk peracikan obat. Ada juga Ruang One Day Care Kemoterapi untuk pemberian obat rawat jalan, sehingga pasien tidak perlu rawat inap.
Layanan ini dibuka untuk pasien umum maupun peserta BPJS Kesehatan. Direktur RSUD Blambangan dr. Asiyah menyebut, sejak dibuka rumah sakit sudah melayani beberapa pasien kemoterapi pengguna BPJS.
“Kini warga tidak perlu khawatir lagi dirujuk ke luar kota. Pelayanan akan terus kami lengkapi agar bisa menangani lebih banyak jenis kanker,” kata dr. Asiyah.
Tak hanya fisik, psikologis pasien juga dijaga
Bupati Ipuk menekankan, kemoterapi berdampak tidak hanya ke fisik tapi juga mental pasien dan keluarga. Karena itu, selain pelayanan ramah dan profesional, RSUD Blambangan juga menyediakan pendampingan psikologis serta edukasi kesehatan.
“Kami minta dilengkapi konseling bagi pasien dan keluarganya. Dukungan dan pikiran positif sangat penting untuk meningkatkan imunitas tubuh pasien,” tegas Ipuk.
Didukung dokter subspesialis
Dari sisi SDM, RSUD Blambangan kini memiliki dokter subspesialis bedah onkologi, subspesialis onkologi toraks, dokter spesialis penyakit dalam fellowship IFO, hingga dokter spesialis paru fellowship terapi sistemik onkologi toraks. Ditambah tenaga kefarmasian dan perawat khusus kemoterapi.
Upaya peningkatan layanan terus berlanjut. “Selain kemoterapi, Ibu Bupati juga mendorong pengembangan RS. Alat kesehatan terus dilengkapi, seperti mammografi yang sudah tersedia saat ini,” tambah dr. Asiyah.










