Filesatu.co.id, KARAWANG | Jagat aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Karawang tengah dihebohkan oleh ulah miring salah satu oknum pegawainya. Oknum ASN tersebut diduga kuat memanfaatkan kebijakan Work From Home (WFH) bukan untuk bekerja di rumah, melainkan untuk liburan ke luar kota. Ulah oknum ini kian memicu kegeraman setelah ia mangkir dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Plaza Pemkab Karawang pada Senin (1/6/2026).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sikap indisipliner ASN eselon IV ini mulai terendus saat Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, bersama Sekda H. Asep Aang Rahmatullah, menggelar inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (29/5/2026). Oknum ASN perempuan tersebut kedapatan tengah berada di Klaten tanpa mengantongi surat izin cuti resmi.
Menanggapi hal itu, Praktisi Hukum sekaligus Pengamat Kebijakan Publik Karawang, Asep Agustian, SH., MH., angkat bicara. Pria yang akrab disapa Askun ini menilai sanksi administratif berupa pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang dijatuhkan saat ini terlampau ringan dan tidak akan memberikan efek jera. Terlebih, oknum tersebut ditengarai kerap memicu kegaduhan dan bermasalah.
“Di satu sisi saya mengapresiasi sidak Wabup dan Sekda demi menjaga disiplin ASN di tengah kebijakan WFH. Tapi di sisi lain, kalau sanksinya cuma potong TPP, itu tidak cukup dan tidak akan bikin jera,” tegas Askun, Selasa (2/6/2026).
Sebagai ‘Panglima ASN’, Sekda Karawang ditantang untuk bertindak lebih tegas dan melayangkan sanksi yang jauh lebih berat. Askun bahkan secara blak-blakan meminta agar oknum tersebut segera dimutasi demi menjaga wibawa korps ASN. Menurutnya, jika ketegasan tidak diperlihatkan, hal ini akan menjadi preseden buruk bagi pegawai lainnya.
“Sekda, mana taringmu? Kalau sanksinya cuma pemotongan TPP, jangan-jangan ada apa-apa antara Sekda dengan oknum ini. Mutasi saja sekalian jadi Sekel (Sekretaris Kelurahan)!” cetus Askun bernada satire.
Tak hanya menyoroti Sekda, Askun juga mempertanyakan fungsi kontrol dan pembinaan dari kepala dinas terkait yang terkesan ‘tutup mata’ dengan kelakuan bawahannya. Ia menyayangkan bagaimana seorang aparatur di tingkat eselon bawah bisa bertindak melampaui aturan yang ada.
“Ini kepala dinasnya laki-laki takut sama perempuan, atau bagaimana? Kok ASN sekelas Eselon IV saja jagonya luar biasa,” sentilnya lagi.
Di akhir pernyataannya, Askun mengingatkan seluruh ASN Karawang untuk menjaga profesionalitas dan etika kerja. Ia meminta para abdi negara menyelaraskan ritme kerja dengan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, yang gencar memacu peningkatan pelayanan publik.
“Bantu Bupati kalian untuk mewujudkan ‘Karawang Maju’. Jangan sampai Bupatinya siang-malam bekerja, sementara kalian tidak tahu etika kerja. Masa sekelas Eselon II saja tertib izin cuti kalau mau ke luar kota, ini baru Eselon IV belagunya minta ampun. Sekali lagi saya tegaskan, Sekda, mana taringmu?!” pungkas Askun. ***










