Filesatu.co.id,KAYUAGUNG | Kantor Pertanahan Kabupaten Ogan Komering Ilir menggelar rapat koordinasi terkait hasil identifikasi dan inventarisasi pengadaan tanah untuk pembangunan Interchange (Simpang Susun) Mataram Jaya Exit Tol Mesuji Raya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis 21mei 2026.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten OKI, Ahmad Syahabuddin bersama jajaran di lingkungan Kantor Pertanahan Kabupaten OKI.
Kegiatan itu merupakan bagian dari langkah percepatan pembangunan infrastruktur strategis nasional di wilayah Kabupaten OKI, khususnya dalam mendukung konektivitas akses menuju Jalan Tol Trans Sumatera.
Dalam rapat koordinasi tersebut dibahas sejumlah tahapan penting berkaitan dengan proses pengadaan tanah yang akan digunakan untuk pembangunan interchange atau simpang susun Mataram Jaya Exit Tol Mesuji Raya.
Pembahasan meliputi hasil identifikasi bidang tanah, inventarisasi aset, status kepemilikan lahan, hingga langkah-langkah lanjutan yang akan dilakukan dalam proses pengadaan tanah.
Selain itu, rapat juga menjadi forum sinkronisasi antarinstansi guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan dan jadwal yang telah ditetapkan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir, yakni Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten OKI, Alamsyah.
Kehadiran Pemerintah Kabupaten OKI menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pembangunan interchange yang dinilai akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Selain pemerintah daerah, rapat tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari PT Hutama Karya selaku pihak yang terlibat dalam pembangunan proyek jalan tol.
Dalam kesempatan itu, seluruh pihak yang hadir menyampaikan komitmen untuk mendukung kelancaran proses pengadaan tanah agar pembangunan interchange dapat segera direalisasikan.
Pembangunan Interchange Mataram Jaya dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan aksesibilitas transportasi di wilayah Mesuji Raya dan sekitarnya.
Keberadaan simpang susun tersebut nantinya diharapkan dapat mempercepat mobilitas masyarakat maupun distribusi barang dan jasa di Kabupaten OKI.
Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, pembangunan interchange juga diproyeksikan mampu membuka peluang investasi baru dan mendukung pertumbuhan kawasan ekonomi di sekitar exit tol.
Pemerintah berharap proses pengadaan tanah dapat berjalan lancar melalui koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, Kantor Pertanahan, pihak pelaksana proyek, serta masyarakat.
Sinergi antarinstansi dinilai menjadi faktor penting agar seluruh tahapan pembangunan dapat terlaksana secara efektif dan tepat sasaran.
Dengan adanya pembangunan interchange tersebut, Kabupaten OKI diharapkan semakin siap menjadi salah satu kawasan penyangga pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan.
Rapat koordinasi ini sekaligus menjadi bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai regulasi dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.
Melalui pembangunan akses tol yang terintegrasi, pemerintah optimistis konektivitas wilayah di Kabupaten OKI akan semakin meningkat dan berdampak positif terhadap pembangunan daerah secara berkelanjutan. ***










