Filesatu.co.id, Lumajang | Pemkab Lumajang memperkuat sistem pengawasan distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg bersubsidi dengan melibatkan peran aktif wilayah dan masyarakat.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari implementasi Surat Edaran Nomor 500.10/1/427.14/2026 untuk memastikan distribusi energi berjalan tertib dan tepat sasaran.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan bahwa pengawasan tidak dapat dilakukan secara terpusat, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak di tingkat lokal.
“Peran kecamatan, desa, hingga masyarakat menjadi kunci agar distribusi LPG benar-benar tepat sasaran,” ujar Indah, Rabu (8/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, camat, kepala desa, dan lurah, kata Bunda Indah, memiliki peran strategis dalam meningkatkan efektivitas pengawasan serta mempercepat respons terhadap permasalahan di lapangan.
“Pendekatan ini merupakan bagian dari upaya membangun sistem pengawasan yang lebih adaptif dan berbasis kondisi nyata,” ungkapnya.
Bunda Indah menegaskan, masyarakat juga didorong untuk berperan aktif dengan membeli LPG 3 kg melalui pangkalan resmi serta memahami mekanisme distribusi yang berlaku. Partisipasi masyarakat dinilai penting dalam menjaga distribusi tetap sesuai aturan dan mencegah penyimpangan.
“Kita harapkan dengan keterlibatan berbagai unsur, pengawasan distribusi LPG menjadi lebih luas dan merata hingga ke tingkat bawah.
“Langkah ini juga memperkuat transparansi dalam penyaluran LPG bersubsidi sehingga proses distribusi dapat dipantau secara bersama. Penguatan pengawasan ini mampu menjaga kelancaran distribusi sekaligus memastikan LPG bersubsidi diterima oleh masyarakat yang berhak,” ujarnya.
Di sisi lain, upaya menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat terus diperkuat. PT Pertamina Patra Niaga menambah pasokan LPG 3 kilogram (kg) sebanyak 18 ribu tabung di Kabupaten Lumajang.
Tambahan pasokan atau extra dropping tersebut setara dengan sekitar 45,8 persen dari kebutuhan normal. Data tersebut merupakan bagian dari rilis resmi Pertamina tertanggal 6 April 2026.
Dalam rilis tersebut, Pertamina Patra Niaga melakukan pemantauan intensif untuk memastikan ketersediaan stok tetap terjaga serta distribusi berjalan sesuai peruntukan.
Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa stok LPG di Lumajang dalam kondisi aman.
“Pada 3 April 2026, Pertamina telah menyalurkan tambahan sebanyak 18 ribu tabung atau sekitar 45,8 persen dari kebutuhan normal. Penyaluran tetap berjalan normal tanpa kendala,” tukasnya.**










