Filesatu.co.id, SIDOARJO | Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Netti Lastiningsih, M.Pd, meninjau langsung pelaksanaan rehabilitasi bangunan di SDN Sidokerto, Kecamatan Buduran, Senin (13/7/2026). Peninjauan tersebut dilakukan bersama jajaran Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi (monev) untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, dan ketentuan yang berlaku.
Menurut Netti, kehadiran langsung di lapangan merupakan bentuk komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam mengawal kualitas pembangunan sarana pendidikan agar hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik dan dunia pendidikan di Kabupaten Sidoarjo.
“Kami ingin memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan dengan baik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasannya. Semua harus dilakukan secara optimal agar hasil pembangunan sesuai dengan yang direncanakan,” ujar Netti.
Ia menegaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan masukan, saran, maupun kontrol sosial terhadap pelaksanaan proyek pemerintah.
“Kami sangat terbuka dan berterima kasih atas setiap masukan serta pengawasan dari masyarakat. Transparansi merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Netti juga berkoordinasi langsung dengan tim pengawas proyek untuk memastikan seluruh pekerjaan memenuhi standar mutu konstruksi. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, proses rehabilitasi SDN Sidokerto berjalan lancar tanpa ditemukan kendala berarti maupun pelanggaran prosedur.
“Seluruh proses pengerjaan dilaporkan berlangsung kondusif dan masih sesuai dengan rencana awal yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Rachmad Hidayat, mengatakan kegiatan monitoring dilakukan secara rutin untuk mengidentifikasi setiap potensi kendala sejak dini sehingga dapat segera dicarikan solusi.
“Setiap kegiatan harus kami pantau langsung ke lokasi untuk mengetahui perkembangan pekerjaan sekaligus mencari solusi apabila terdapat permasalahan agar tidak berlarut-larut,” ujarnya.
Rachmad menjelaskan, hasil pemeriksaan menunjukkan pekerjaan masih berada pada tahap awal dan berjalan sesuai target. Material yang digunakan kontraktor juga dinilai telah memenuhi spesifikasi teknis serta Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Ia menambahkan, dari tiga ruang kelas yang direhabilitasi, dua ruang akan ditingkatkan menjadi bangunan bertingkat guna menambah kapasitas ruang belajar, sedangkan satu ruang lainnya menjalani rehabilitasi atap. Langkah tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan ruang kelas yang masih terbatas di SDN Sidokerto sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi para siswa.***










