Meriah dan Sarat Makna, Tasyakuran Khitanan M. Rizky Maulana Efendi Dimeriahkan Pagelaran Jaranan Turonggo Dipo Laskar Waturojo

Penulis: Ali Zebet SL
Editor: Redaksi
Tasyakuran Khitanan M. Rizky Maulana Efendi
Tasyakuran Khitanan M. Rizky Maulana Efendi

Filesatu.co.id,BATURAJA | Suasana penuh kegembiraan menyelimuti pelaksanaan tasyakuran khitanan M. Rizky Maulana Efendi yang digelar di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Minggu 19 juli 2026.

Acara yang berlangsung sejak siang hingga malam hari itu menjadi perhatian masyarakat karena dimeriahkan dengan pagelaran kesenian tradisional Jaranan Turonggo Dipo Laskar Waturojo.

Bacaan Lainnya

Ratusan warga dari berbagai wilayah tampak memadati lokasi acara untuk menyaksikan pertunjukan budaya yang dikenal dengan atraksi energik dan iringan musik tradisional yang khas. Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan menjadikan suasana semakin semarak dan penuh kebersamaan.

Tasyakuran tersebut digelar oleh Anggota DPRD Kabupaten OKU, Tulus Johan Efendi, sebagai ungkapan rasa syukur atas terlaksananya khitanan putranya, M. Rizky Maulana Efendi. Selain mengundang keluarga besar dan kerabat, acara juga terbuka bagi masyarakat yang ingin ikut merasakan kebahagiaan keluarga.

Sejak awal pertunjukan, grup Jaranan Turonggo Dipo Laskar Waturojo berhasil memukau para penonton. Para pemain menampilkan gerakan yang kompak, penuh semangat, dan sarat makna budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Alunan musik gamelan yang berpadu dengan tabuhan kendang menciptakan suasana yang khas. Sorak sorai penonton semakin menambah kemeriahan setiap atraksi yang ditampilkan para seniman di arena pertunjukan.

Tidak sedikit masyarakat yang mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam. Anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias mengikuti jalannya pertunjukan hingga malam hari.

Dalam kesempatan itu, Tulus Johan Efendi menyampaikan bahwa acara tersebut merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat kesehatan, keselamatan, dan rezeki yang telah diberikan kepada keluarganya.

Menurutnya, tradisi tasyakuran tidak hanya menjadi bentuk ungkapan syukur, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan silaturahmi dengan keluarga, sahabat, dan masyarakat sekitar.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Semoga anak kami menjadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, berguna bagi agama, bangsa, dan negara,” ujar Tulus Johan Efendi.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten OKU itu juga mengungkapkan bahwa kehadiran kesenian Jaranan merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya tradisional yang masih hidup di tengah masyarakat.

Menurutnya, budaya daerah merupakan identitas yang harus dijaga bersama agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Oleh karena itu, kegiatan budaya seperti ini perlu terus diberikan ruang untuk berkembang.

Ia berharap generasi muda dapat mengenal, mencintai, sekaligus melestarikan berbagai kesenian tradisional sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan filosofi yang tinggi.

Sementara itu, sejumlah warga yang hadir mengaku senang dapat menikmati hiburan rakyat yang dikemas dalam nuansa kekeluargaan. Mereka menilai kegiatan seperti ini mampu mempererat hubungan sosial antarwarga.

Selain menjadi hiburan, pagelaran Jaranan juga memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk terus berkarya dan mempertahankan eksistensi kesenian tradisional di Kabupaten OKU.

Suasana yang aman, tertib, dan penuh keakraban menjadi salah satu daya tarik acara tersebut. Kehangatan antara tuan rumah dan masyarakat terlihat sepanjang rangkaian kegiatan berlangsung.

Hingga acara berakhir pada malam hari, antusiasme masyarakat tidak surut. Penonton tetap memadati arena pertunjukan untuk menyaksikan setiap penampilan yang disuguhkan oleh Jaranan Turonggo Dipo Laskar Waturojo.

Melalui penyelenggaraan tasyakuran yang dipadukan dengan pagelaran budaya, Tulus Johan Efendi berharap nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya lokal terus tumbuh di tengah masyarakat. Ia juga berharap tradisi Jaranan tetap lestari dan menjadi kebanggaan Kabupaten Ogan Komering Ulu yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.***

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *