Jairi Irawan Siapkan Pelaku UMKM Kuasai Desain Pemasaran Hingga Kemasan Digital Lewat Pelatihan AI

Penulis: Anang Tj Pramono
Editor: S.Pono Eno

Filesatu.co.id, Blitar | Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dinilai menjadi salah satu kunci agar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mampu bersaing di era digital dewasa ini.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan, mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Blitar memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar hingga ke tingkat ekspor.

Dorongan tersebut disampaikan saat menggelar sosialisasi pengembangan peluang industri kreatif pengembangan peluang industri kreatif berbasis AI bagi ratusan pelaku UMKM di Kabupaten Blitar. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan AI diikuti sekitar 125 pelaku UMKM di Wisata Kampung Coklat, Minggu (19/07/2026).

Peserta akan dibekali pemahaman dasar mengenai pemanfaatan AI dan aplikasi Canva untuk mendukung pengembangan usaha, mulai dari mendesain produk, membuat materi promosi, hingga merancang kemasan yang lebih menarik dan memiliki nilai jual tinggi.

Jairi Irawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa, pelatihan tersebut menjadi langkah awal agar para pelaku usaha tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Pelatihan ini merupakan pengenalan awal. Peserta kami ajarkan bagaimana memanfaatkan Canva dan AI dengan cara yang sederhana sehingga bisa langsung diterapkan dalam usaha mereka,” ungkap Jairi Irawan.

Jairi juga menyampaikan bahwa, pelatihan satu hari ini memang belum cukup untuk menguasai seluruh kemampuan AI secara mendalam. Idealnya dibutuhkan waktu sekitar tiga hari agar peserta lebih memahami teknik penggunaan AI secara optimal, termasuk menyusun prompt yang tepat untuk menghasilkan desain maupun materi promosi yang sesuai kebutuhan.

“Kalau sehari, peserta baru bisa mengenal dan membuat desain sederhana. Namun setidaknya mereka sudah memahami bagaimana AI dapat membantu meningkatkan produktivitas usahanya,” ujarnya.

Tidak hanya memberikan pelatihan, kegiatan tersebut juga menghadirkan perwakilan Bank Mandiri sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung pengembangan UMKM. Diharapkan, ketika usaha para peserta berkembang, mereka dapat mengakses berbagai program pembiayaan dan layanan perbankan untuk memperluas skala usahanya.

“Pendampingan tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Seluruh peserta akan tergabung dalam grup WhatsApp yang akan didampingi oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur melalui pembinaan dan pelatihan daring secara berkala,” tegas Jairi Irawan.

Ke depan, program pendampingan akan dilakukan secara bertahap. Setelah penguasaan teknologi AI dan peningkatan kualitas produksi, peserta akan mendapatkan materi mengenai literasi keuangan, pemasaran digital, hingga peluang ekspor.

“Harapan kami ada kolaborasi antara pemerintah, dunia perbankan, dan pelaku usaha sehingga UMKM tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar berkembang dan naik kelas. Setelah memahami produksi, nantinya mereka juga akan dibekali literasi keuangan dan bahkan kelas ekspor,” tandas Jairi.

Menurut Jairi, kemampuan pemasaran menjadi faktor penting dalam keberhasilan sebuah produk. Produk yang berkualitas tidak akan berkembang apabila tidak didukung strategi pemasaran yang baik.

“Karena itu kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyiapkan pelaku UMKM agar mampu memproduksi lebih banyak sekaligus memasarkannya dengan lebih efektif melalui teknologi digital,” urainya.

Jairi menyampaikan bahwa, pendampingan kepada peserta akan terus dilakukan melalui grup WhatsApp yang dibina Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. Melalui pendampingan tersebut, pelaku UMKM akan mendapatkan pelatihan lanjutan secara daring.

Ke depan, peserta tidak hanya dibekali kemampuan memanfaatkan AI, tetapi juga akan mendapatkan materi mengenai literasi keuangan, pemasaran digital, hingga peluang ekspor.

“Kolaborasi antara pemerintah, dunia perbankan, dan pelaku usaha sehingga UMKM tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar berkembang dan naik kelas. Setelah memahami produksi, nantinya mereka juga akan dibekali literasi keuangan dan bahkan kelas ekspor,” kata Jairi.

Ia menambahkan, produk berkualitas harus didukung kemampuan pemasaran yang baik. Karena itu, pemanfaatan teknologi digital diharapkan mampu membantu UMKM meningkatkan penjualan sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga menembus pasar internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Jairi juga menyampaikan bahwa Komisi E DPRD Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menjalankan program pemberian uang kehormatan bagi imam masjid dan musala. Program tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada para imam yang rutin memimpin salat berjamaah.

“Setiap penerima memperoleh uang kehormatan sebesar Rp2,5 juta per tahun. Untuk wilayah Blitar dan Tulungagung, sekitar 100 imam Masjid dan musholla menerima bantuan tersebut pada tahun ini dengan mekanisme penerima yang bergantian sesuai ketersediaan anggaran dan persyaratan yang berlaku,” pungkas Jairi Irawan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *