Menko Pangan RI Zulkifli Hasa Hadiri Saresehan Ketahanan Pangan di Ponpes Ibnu Sina Banyuwangi

Penulis: Nord
Editor: Eno-F1
Oplus_131074

Filesatu.co.id, Banyuwangi |Pondok Pesantren Ibnu Sina, Jalen, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, menjadi tuan rumah kegiatan Saresehan Penguatan Ketahanan Pangan pada Kamis (14/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan.

Turut hadir dalam acara itu mantan anggota DPR RI Anas Tahir, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Ketua PCNU Banyuwangi KH Turmudzdi, Deputi Kementerian Ketahanan Pangan RI, para kiai, pengasuh pondok pesantren, serta tokoh masyarakat se-Kabupaten Banyuwangi.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, pengasuh Ponpes Ibnu Sina KH Maskur Ali menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas kunjungan Menko Pangan RI ke pesantren yang dipimpinnya. Ia menyebut kehadiran Zulkifli Hasan bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bentuk kepedulian pemerintah terhadap pemberdayaan masyarakat dan dunia pesantren.

“Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi upaya merangkul dan memberdayakan masyarakat. Bahkan beliau pernah menggelar simposium di Surabaya, artinya tidak asing dengan dunia pesantren dan NU,” ujar KH Maskur Ali yang disambut tepuk tangan para undangan.

KH Maskur Ali berpesan, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis pesantren,”ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyampaikan bahwa kehadiran para pejabat pusat menjadi energi besar bagi daerah dalam menjaga dan memperkuat ketahanan pangan.

Menurutnya, capaian swasembada pangan Banyuwangi saat ini telah melampaui target nasional. Banyuwangi disebut sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur dengan capaian mencapai 334 persen dari target 100 persen.

“Produksi padi mencapai 400 ribu ton dan ketersediaan pangan masyarakat surplus hingga 328 ribu ton,” ungkap Mujiono.

Di hadapan para peserta saresehan, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, terutama di sektor pertanian, sehingga tinggal memperkuat tata kelola dan distribusinya.

“Pemerintah tinggal meneruskan penguatan ketahanan pangan di Indonesia yang memiliki lahan pertanian luas. Tinggal bagaimana memperbaikinya agar swasembada pangan benar-benar terwujud,” ujarnya.

Zulkifli Hasan juga menyoroti persoalan pupuk dan kesejahteraan petani. Menurutnya, distribusi pupuk harus tepat sasaran agar produksi pertanian meningkat.

“Kalau produksi naik, penghasilan petani juga naik. Sekarang harga gabah sudah mencapai Rp7.000,” jelasnya.

Selain sektor pertanian, pemerintah juga mulai memperkuat sektor perikanan dan nelayan melalui pembangunan balai lelang ikan yang terintegrasi dengan program pemerintah.

“Kita buatkan balai lelang dan kita kolaborasikan. Kalau tidak laku, nanti masuk ke KDMP dan SPPG. Jadi hasil nelayan akan tetap terserap,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan juga menegaskan pentingnya pembangunan desa berbasis pemberdayaan sumber daya manusia dan ekonomi kerakyatan. Salah satunya melalui penguatan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa di masa mendatang.

“Kedaulatan harus dikembalikan ke desa. Ke depan, Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi pusat perekonomian desa,” tegasnya.

Melalui saresehan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan di Banyuwangi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *