KA Logawa Tertemper Truk, KAI Daop 7 Bergerak Cepat Pulihkan Jalur

Filesatu.co.id, MADIUN | PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun membenarkan telah terjadi kecelakaan di perlintasan sebidang resmi terjaga (JPL 103) KM 126+428 pada petak jalan Bagor–Saradan, Kabupaten Nganjuk, Kamis (9/7/2026) pukul 14.34 WIB. Insiden tersebut melibatkan KA Logawa dengan sebuah truk sehingga jalur hulu dan hilir sempat tidak dapat dilalui.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa sejak pukul 16.30 WIB kedua jalur telah berhasil dipulihkan dan kembali dapat dilalui, meski dengan pembatasan kecepatan 5 km/jam demi menjamin keselamatan operasional.

Bacaan Lainnya

“Perkembangan terkini terkait insiden di perlintasan sebidang resmi terjaga di JPL 103 KM 126+428 petak jalan Bagor–Saradan, bahwa sejak pukul 16.30 WIB jalur hulu dan jalur hilir sudah dapat dilalui dengan kecepatan 5 km/jam. Kecepatan terbatas ini dilaksanakan demi memastikan keselamatan operasional yang menjadi prioritas utama bagi kami, khususnya di KAI Daop 7 Madiun,” ujar Tohari.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan. Di antaranya KA Ranggajati terlambat sekitar 131 menit, KA Argo Semeru sekitar 99 menit, KA Argo Wilis 58 menit, KA Brantas 90 menit, KA Jayakarta 79 menit, sedangkan KA Logawa diperkirakan mengalami keterlambatan sekitar 192 menit.

KAI Daop 7 memastikan seluruh pelanggan yang terdampak akan memperoleh service recovery atau kompensasi pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Sesuai regulasi yang berlaku, KAI Daop 7 memastikan service recovery kepada seluruh pelanggan yang terdampak akan terus diberikan. Kami juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan ini,” kata Tohari.

Pada kesempatan yang sama, KAI Daop 7 Madiun turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pengemudi truk serta keprihatinan terhadap korban luka yang saat ini masih menjalani penanganan medis di rumah sakit.

Menutup keterangannya, Tohari kembali mengingatkan pentingnya disiplin saat melintasi perlintasan sebidang.

“KAI mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi rambu-rambu di perlintasan sebidang. Berhenti sejenak, tengok kanan-kiri, pastikan jalur aman, dan selalu dahulukan perjalanan kereta api. Disiplin merupakan kunci keselamatan bersama,” tegasnya.

KAI Daop 7 Madiun menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan insiden. Perusahaan akan terus memantau kondisi lintas hingga operasional kereta api kembali berjalan normal sepenuhnya.(hms/an)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *